Tag

, , , ,

Kali Kecil yang Resik

Sebagai anak gunung, saya sangat suka dengan air mengalir. Entah berukuran besar selaksa sungai atau bengawan. Ataupun cukup kali kecil mengalir gemericik. Bersyukur sekitar tempat tinggal cukup banyak kali kecil dengan ukuran lebar kurang dari 3 m yang dapat ditelisik. Apalagi kalau terlihat resik.

Kali kecil nan resik

Bermukim di kaki gunung dikaruniai banyak kali kecil yang nantinya saling bergabung menjadi anak sungai dari badan air yang lebih besar. Aliran yang bermula dari mata air, bersatu menerabas dataran hingga tebing. Membentuk aliran yang semula lurus sederhana, hingga berkelak kelok mengikuti medan yang dilalui.

Ini dia tampilan kali kecil yang mengalir mengular berkelok. Gemericik menyentuh dasar kali yang berbatu dan tebing berumput diseling dengan beton pengerasan tebing. Terlihat jernih resik.

Nah kriteria jernih sebatas amatan fisik, tanpa terlihat berlumpur. Lumpur penanda tanah tergerus di daerah hulu. Jamak terjadi aliran saat penghujan dibarengi dengan warna keruh. Nah di aliran kali kecil ini tingkat kekeruhan tdak terlalu kentara bahkan cenderung jernih terlihat dasar sungainya.

Tentunya ada banyak kriteria kebersihan sungai. Minimal dari keindahan terlihat apik bila tidak terlalu keruh dan banyak sampah terhanyut. Aspek kualitas atau mutu air tentu punya parameter lain yang lebih njlimet.

Lebih asyiik lagi kalau tidak terlihat sampah dari aktivitas manusia secara sengaja. Lumrahlah kalau dalam aliran air terikut guguran daun dari pepohonan yang tumbuh di tepian kali. Menjadi tidak lumrah kalau ada aktivitas sengaja membuang sampah ke aliran air.

Penelusuran lebih ke hulu terlihat kesatuan beberapa pintu air. Yuup pintu air untuk menata arah dan besaran aliran. Air yang terkumpul dibagi menjadi beberapa anak aliran untuk meningkatkan kemanfaatan. Sekaligus memecah atau memperkecil daya gerus aliran.

Amatan dari beberapa kali melewati areal pintu air, terlihat beberapa petugas sedang bebersih sungai. Menyapa dan mita izin jepret foto. Ooh kali yang resik karena ada petugas yang reresik atau bebersih. Terima kasih atas dedikasi petugas reresik sungai.

Bebersih kali

Beliau mengumpulkan sampah yang terikut. Ditumpuk di tepian untuk diangkut ke tempat pengumpulan sampah. Alamak lumayan terlihat beberapa sampah yang bersifat non biodegradable alias tidak terdegradasi secara natural. Semisal plastik, kaleng dll.

Juga dilakukan pengambilan endapan, tanah maupun bahan organik yang sudah melapuk. Upaya mengurangi pendangkalan aliran kali. Lah kalau dibiarkan akan mengurangi kapasitas dan mengundang banjir meluap. Beruntung di dekat pintu air terdapat lahan penanaman malah untuk pupuk menyuburkan.

Ini tampilan aliran kali yang resik jernih di bawah pintu air yang secara berkala dibersihkan. Mungin siklus akan berulang. Aliran resik ini mendapatkan muatan sampah di perjalanan dan dibersihkan ditapis di pintu air berikutnya.

Kali bening

Senangnya apabila setiap komponen yang dilewati aliran kali kecil ini juga ikut berperan serta. Menahan diri untuk tidak secara langsung membuang sampah sulit terdegradasi ke kali. Kali memberikan diri kemanfaatan maksimal untuk setiap kita.

Kali jernih

Mengairi persawahan di bagian yang dilewatinya.Menjadi ekosistem kehidupan kali, termasuk ikan tawar. Uap airnya menyejukkan udara sekitar mengurangi paparan panas. Kali yang resik mendukung kesehatan warga.

Kwekkwek bebek, kali, sawah dan rumah makan….

Kali juga menjadi komponen arsitektura bentang lahan. Beberapa pelaku bisnis menangkap keindahan ini dan menatanya menjadi bagian usaha. Semisal rumah makan yang menggabungkan view sawah dan kali gemericik. Apalagi berlatar panorama gunung di kejauhan. Menjadi aset bisnis yang luar biasa. Kembali ke tapilan kali resik penanda dan pengingat kerja sama antar warga tuk kenyamanan hunian bersama. Salam resik…