Tag

,

Intip dan Tip Momsontrip

Senja di Bumi nyiur melambai

Ini bukan postingan tentang monsanto perusahaan agrokimia dan benih multi nasional, apalagi menyoal fenomena perubahan iklim monsoon. Lah ini sekedar catatan mbolang emak bersama thole anak lanang, bagian irisan dari famtrip atau mbolang keluarga. Catatan ini muncul karena ‘rasanan’ keheranan dari teman penata dolan yang kami pesan. ‘Ibu, kami dan teman-teman penata dolan heran dengan pilihan destinasi yang Ibu susun, koq ada petualangan berpadu dengan budaya dan dolan ringan’ ‘Salut kami, putra ibu koq masih mau diajak dolan ibunya, biasanya anak lanang lepas SMA sudah malu jalan bareng ibunya dan lebih suka dolan bareng teman-teman sebayanya’ Ooh kata kunci keheranan adalah diajak dolan, menemani atau malah momong emaknya….

Momsontrip, halah keren amat….mbolang bareng emak thole menganut paham kesetaraan atau menekankan kata bareng. Diajak dan merespon ajakan, ditemani sekaligus menemani atau berteman sehingga masing-masing enjoy. Layaknya dolan bareng aturan mainnya ya seperti tim kecil tentunya lebih fleksibel lah emak sama tholenya saja.

Kami sering momsontrip bersama mas mbarep, mulai dari ubek-ubek USA Ungaran-Salatiga-Ambarawa semisal melongok si manis jembatan Tuntang, motoran menikmati keningar di bukit Rong. Bahkan sempat saat mas mbarep berkhabar akan menikmati cuti di Salatiga padahal emaknya terlanjur kontrak mencangkul di Borneo Barat, mari jadwal disesuaikan, emak berangkat lebih awal dari jadwal macul dan bertemu langsung di bandara Pontianak dari penerbangan asal kota berbeda, jadilah menikmati kota Pontianak bersama bahkan menikmati keraton Surya Negara di Sanggau KalBar. Saat emaknya macul, mas mbarep mencari kesibukan dolan sendiri pun kembali dari Pontianak juga tidak bareng sesuai jadwal masing-masing.

Monsontrip bersama mas tengah sangat sering. Spot kesukaan di Rawa Pening rasanya setiap pulang musti berburu foto senja, entah apa daya pikatnya mulai dari nelayan, sampan, rawa berlatar gunung rasanya tak membuatnya jemu. Berburu air terjun juga dijabaninya, kami pernah berhujan ria saat melongok sekar langit yang sedang mencokelat. Perburuan ke 2 dan ke 3 emaknya tidak gabung dan kunjungan ke 3 baru mendapat foto yang diinginkannya. ‘Induk, aku mau ke Kawah Ijen Banyuwangi, Tanjung Papuma Jember dan Tumpak Sewu Lumajang, dolan bareng yook’ jadwal ditata dan horee Puji Tuhan momsontrip sunrise of Java terlaksana.

Momsontrip dengan mas ragil, sangat sering. Menyusuri Rawa Pening dengan lori kereta Ambarawa-Tuntang, penegas yaak kalau Rawa Pening dan Tuntang kecintaan keluarga kebun rynari. Dolan bareng yook ke Manado, saat emaknya nyangkul mas ragil sewa motor jalan-jalan hingga Tomohon, bersama menikmati sepotong senja di bumi nyiur melambai hingga pesona bunaken. Hingga dolan bareng ke Cirebon, emaknya suka dengan reruntuhan patilasan keraton dalem agung Pakungwati, mas Ragil lebih suka dengan patilasan gua Sunyaragi. Keluarga bisa beda selera dan saling menikmati.

Dolan bareng emak thole tentunya sangat menyenangkan, beberapa tips yang kami terapkan diantaranya:

*dolan bareng, artinya didasari rasa kebersamaan, mulai dari penyusunan jadwal itinerary, tidak harus duduk bersama namun saling dikomunikasikan sehingga mengakomodasi minat. Antara emak thole ada kesamaan minat namun juga pastinya ada minat khusus yang berbeda. Para thole biasanya sudah menyusun dan menawarkan jadwal dan kunjungan yang mewadahi minat emakmya lah wong emaknya gampang aja koq apa-apa suka hehe..

*masing-masing berkontribusi secara aktif. Semisal urusan tiket dan akomodasi yang pesan secara daring dilakukan oleh thole, ya wis emaknya yang lebih mudah kecil saja semisal rental mobil untuk perpindahan antar kota dan sebagainya atau urun list kuliner khas kota yang dikunjungi. Begitupun sharing cost tidak tabu koq dilakukan, namanya sharing ya bisa saja di rentang 0-100%, lah seringnya emaknya ‘digendong’ thole.

*dalam dolan bareng tetap ada me time, menghargai waktu menyendiri. Semisal mas tengah sang pemuja bintang suka dengan menikmati tebaran bintang tentunya di saat yang senyap di tempat gelap tanpa polusi cahaya, biasanya pesan diantar oleh penduduk lokal sehingga lebih aman dan nyaman, yup saat itu emaknya bisa melakukan aktivitas lain atau istirahat. Semisal saat di Bromo, sambil menunggu thole menikmati milkyway, emaknya penasaran browsing sejarah desa Wanakitri tempat menginap. Saat thole open trip Kawah Ijen, pagi-pagi emaknya blusukan ke stasiun Karangasem.

*butir lainnya sama ya dengan dolan bareng pada umumnya, saling menjaga, komit terhadap waktu, ada toleransi saling menghargai.

*eh momsontrip juga bisa dilakukan saat thole masih kecil belum dewasa loh tentunya tanggung jawab emaknya lebih besar porsinya, semisal mancing bareng, biar si thole mancing emaknya bisa saja membaca buku, merenda ataupun ngeblog

*sungguh monsontrip bagian dari upaya merekat bonding mom-son yang menyenangkan selama dirancang dan dilaksanakan dengan baik.

Selamat menikmati momsontrip, sahabat rynari berkenan berbagi pengalaman? salam

Iklan