Tag

, , ,

Menyusuri Rawa Pening dengan Lori Kereta Wisata Ambarawa-Tuntang

1. Ambarawa-Toentang

Kereta Wisata Ambarawa-Toentang

Dikejutkan oleh peluit semboyan kereta berloko no D30124 saat menikmati tepian jembatan Tuntang di Januari lalu membersitkan angan segera menjajal lori wisata Ambarawa-Tuntang. Berbekal informasi jadwal kereta di hari Minggu yang berangkat dua kali pada pukul 11 dan 14, kami meluncur dari Salatiga sekitar pukul 10 pagi. Olala ternyata deretan bus dan kendaraan lain di parkiran seputaran stasiun cukup panjang, masih tersisakah tiket untuk keberangkatan pagi?

4. Antri tiket Ambarawa-Toentang

Antri tiket Ambarawa-Toentang

Menghampiri loket depan membayar tiket @10 K untuk menikmati museum kereta api, kami mendapat informasi tiket pagi telah habis. Ya sudah menunggu 3 jam pun tak mengapa. Mengikuti antrian tiket kereta wisata dengan ketentuan satu pembeli maksimal hanya dilayani untuk empat tiket, tiket dicetak standar PT KAI @50 K.

2. Berawal dari Ambarawa

Berawal dari Ambarawa

3. Bangunan Cagar Budaya stasiun Ambarawa

Bangunan Cagar Budaya stasiun Ambarawa

Yap berawal dari Ambarawa, blusukan kawasan USA (Ungaran-Salatiga-Ambarawa) digelar. Kota Ambarawa menyimpan banyak pesona, selain Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), museum Palagan, benteng juga sejarah perkeretaapian. Dibangunnya jalur kereta api Semarang-Karang Jati-Ambarawa yang diresmikan oleh Raja Willem I pada tanggal 21 Mei 1873, sehingga stasiun Ambarawa ini dikenal dengan stasiun Willem, kini difungsikan sebagai museum kereta api dan stasiun jalur wisata Ambarawa-Tuntang serta jalur fenomenal Ambarawa-Bedono yang dilayani dengan kereta uap bergerigi, sayang jalur Bedono ini saat ini tidak beroperasi. Status stasiun Ambarawa sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi.

5. Interior kereta wisata Ambarawa-Tuntang

Interior kereta wisata Ambarawa-Tuntang

Saatnya menikmati lori kereta wisata Ambarawa-Tuntang…. Kereta kayu dengan no lokomotif D30124 bercat kuning menyala menarik tiga gerbong. Interior dalam bangku kayu setiap gerbong berukuran panjang 9 m berkapasitas 40 penumpang duduk. Kereta ini mengawali pelayanan pada 1-9-1911 dan di rebuild 30-6-1973 serta dipermak ulang 30-6-1986.

Dengan kecepatan maksimum 45 km/jam, dalam praktiknya kereta melaju sangat santai…. melengkingkan peluit semboyan memberi aba-aba peringatan bagi pelintas jalan. Petualangan mata dimulai…. Dari gerbong kereta melintasi pemukiman penduduk yang padat diselingi aneka bangunan tua semisal pos jaga kereta api, tandon air kuna. Bagaikan berada di dasar mangkuk datar bentang alam menyajikan menjulangnya gunung Merbabu, gunung Telomoyo, perbukitan yang memagari kawasan Ambarawa-Rawa Pening hingga gunung Payung wisata Gua Rong.

Hamparan sawah mulai dari leleran bedeng siap tanam, tanaman muda baru nglilir hingga beberapa bagian padi membunting dan mrocot bunga.

6. Hamparan sawah dari jendela kereta api

Hamparan sawah dari jendela kereta api

Aneka aktivitas penduduk, dari petani merumput, angon bebek, melandak-matun-menyiang, pemancing aneka usia maupun gaya….. Ada kerbau melumpur, kambing merumput, aneka burung kuntul-blekok-gelatik, aneka kupu pun kinjeng beterbangan bebas bahkan masuk ke gerbong memancing celoteh ria kanak-kanak pun kesempatan bagi ayah bunda memperkenalkan alam semesta kepada sang buah hati.

7. Aneka aktivitas

Aneka aktivitas

Kilauan bias cahaya di permukaan Rawa Pening yang memukau…

9. Rawa berpagar gunung

Rawa berpagar gunung

10. Rawa Pening berkah bagi warga sekitarnya

Rawa Pening berkah bagi warga sekitarnya

 

Pemaknaan Rawa Pening bagian berkah bagi penduduk sekitarnya….

8. Rawa Pening dengan eceng gondoknya

Rawa Pening dengan eceng gondoknya

11. Eceng gondok bagian berkah

Eceng gondok bagian berkah

Hamparan jemuran tangkai eceng gondok, simbol perdamaian rawa dengan penduduk, dari gondok menjadi aneka kerajinan…

12. Membangun sinergi positif yook

Membangun sinergi positif yook

Ada sisi lain yang perlu penataan, agar keberadaan Rawa Pening menjadi lestari. Mencanangkan kokohnya tiga pilar keberlanjutan yaitu berlanjut bagi Planet (lingkungan), People (sosial budaya masyarakat seputar) serta Profit (secara ekonomi menguntungkan). 3 P yang terpadu….

13. Bangunan Cagar Budaya Stasiun Tuntang

Bangunan Cagar Budaya Stasiun Tuntang

14. Tuntang, stasiun balik

Tuntang, stasiun balik

Perjalanan berbalik arah di stasiun Tuntang …. Dengan status bangunan cagar budaya. Saatnya lokomotif diputar dan kembali membawa penumpang ke Ambarawa. Jendela yang terbuka membuat suasana pengap menguap, saat terpaan matahari menyengat bilah jendela dapat ditarik turun dengan tetap memasukkan udara segar dari bilah kayu yang disusun miring. Perjalanan pulang-pergi selama 1 jam yang penuh kenangan membuktikan slogan yang terpampang ‘It takes only one hour but the memory of your railway tour will last forever’ ….. siapa mau ikut….