Tag

,

Garengpung Tak Ingkar Janji

Seruan ngier…ngier di akhir bulan Maret meriuhkan kebun seputar kami. Ooh saatnya untaian butir hujan segera meninggalkan bumi. Penanda datangnya mangsa mareng peralihan musim penghujan ke kemarau telah hadir. Garengpung bagian satwa duta pewarta kemarau membabar suara ngier…ngier

Tak pernah bosan, warsa demi warsa, tahun demi tahun mengulang siklus dari mangsa kasanga ke mangsa kasepuluh. Ibarat wedaring wacana mulya hingga gedhong minep jroning kalbu, tanda-tanda alam yang tak lekang dimakan zaman. Meski ada pergeseran musim ikutan perubahan iklim (climate change) pengetahuan dan kearifan lokal tetap menyertai peradaban manusia.

Sungguh elok sempurna penyelenggaraanNya, garengpung serangga tanah menjadi aba-aba masyarakat agraris menyiapkan masa menipisnya hujan ke masa garangnya surya. Pernah juga ada masa garengpung merasakan galau, ngier…ngier tanda digelar, namun derasnya hujan tiada berkurang, kembali ngier…ngier dikumandangkan laksana orkestra, sang hujan tetap mengguyur seperti pola hujan di tahun 2010. Kapokkah garengpung menggelar tanda, mengisyaratkan usainya musim penghujan? Ternyata tidak, yah garengpung tak ingkar janji membabar warta kemarau. Semoga tahun ini tanda-tanda alam tidak meleset membaca cuaca. Bagaimana orkestra garengpung di tempat sahabat?