Pesona daun berguguran

guguran daun

Daun berguguran

Sungguh indah sekali menyaksikan proses daun berguguran, dengan terlepasnya tangkai daun dari rantingnya, helaian daunpun meluncur tertiup angin, gerakan gemulai meliuknya hingga jatuh di tanah fantastis bila diabadikan, sayang belum berhasil mengabadikannya. Postingan ini diinspirasi oleh komentar si bungsu saat melihat foto ‘melimpahnya guguran daun’ dan katanya mengingatkannya dengan materi perkuliahan tentang peran tanaman dalam daur biogeokimia.

Materi kehidupan berupa mineral semula tersimpan dalam batuan (geologis) yang mengalami pelapukan baik secara fisik, kimia maupun bioloigis menjadi mineral primer yang kemudian mengalami pelapukan lanjut menjadi unsur hara sederhana. Hara sederhana ini kemudian diserap oleh tanaman diproses di dalam daun dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman, sehingga kita mengenal daun singkong yang kaya dengan zat besi yang berguna untuk pembentukan haemoglobin darah. Ataupun zat hara yang terkumpul dalam rerumputan yang dimakan oleh sapi sehingga susu sapi menjadi pemasok kalsium bagi tubuh sehat kita. Daun yang berguguran akan kembali ke bumi mengalami proses dekomposisi dan menghasilkan hara sederhana yang tersedia bagi tanaman, sungguh suatu siklus/daur biogeokimia yang menopang keberlangsungan kehidupan kita.

Pasangan sirimbun dan berguguran

Harmoni antara pohon rimbun dengan pohon tak berdaun

Wah postingan ini bukan berupa materi pelajaran akademis, kembali ke judul tentang pesona daun berguguran. Pesonanya menjadi inspirasi baik dalam lirik lagu, lukisan keindahan alam, judul novel bahkan judul buku. Sebagai bentuk penghargaan kepada sang maha guru, Bapak Didin S. Damanhuri mengumpulkan  tulisan Alm. Prof. Andi Hakim Nasoetion yang terserak di berbagai media massa antara tahun 1968 sampai 1985, yang bertajukkan: NasutionAndi Hakim, & Damanhuri, Didin S. 1985. Daun-daun berserakan : percikan pemikiran mengenai ilmu pengetahuan dan pendidikan. Sebagai catatan saja Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, maha guru yang sangat inspiratif ini lahir di Jakarta pada tanggal 30 Maret 1932 dan wafat pada tanggal 4 Maret 2002 pada usia 69 tahun.

Pesona daun berguguran juga berkaitan erat dengan fenomena alam, perubahan musim. Pada Negara dengan empat musim daun yang semula berwarna hijau, dengan menurunnya suhu saat memasuki musim gugur menjelang musim dingin mengalami perubahan zat penyusunnya, warna hijau daun secara berangsur berubah menjadi kekuningan, jingga kemerahan sebelum gugur sehingga menciptakan pesona alam yang tiada tara dengan autumn leaves nya, di Jepang juga dikenal dengan istilah ‘momiji’.

daun berguguran

Pesona daun berguguran

Belajar dari pesona daun gugur, kehidupan kita juga bisa diibaratkan sebagai helaian daun, daun yang menyerap sari kehidupan dari alam sekitar, daun yang mendatangkan kemanfaatan bagi kehidupan bersama, dan bila saatnya helaian daun gugur tetap memberikan manfaat, memberikan pesona bagi keluarga terkasih, semoga.

Iklan