Jagongan Setu Wage

Topik jagongan di bulan ini marak dirembug, banyak sekali jagongan di bulan Dulkangidah ini dan akan mencapai puncaknya bulan depan yaitu Besar. Sabtu pagi 8 Okt 2011 kemarin selama perjalanan Sal3 ke Susukan via Ampel saja, puluhan janur melengkung sebagai penanda lokasi hajatan pernikahan alias jagongan manten.

Janur jagongan

Janur jagongan

Dalam penanggalan Jawa, dikenal 7 hari dari Ahad hingga Setu dan 5 pasaran yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Sehingga didapat 35 kombinasi hari yang disebut selapan. Hari lahir atau weton juga berdasarkan almanak tersebut, misalnya weton mbarep dan tengah kami Jumuwah Legi (bukan Jumuwah Kliwon lho). Nah acara selapanan juga menjadi wahana perekat komunitas misalnya rembug desa ataupun acara penyuluhan di pedesaan juga sering dibarengkan pada selapanan misal pertemuan dilaksanakan setiap Setu Pahing.

Menyambut acara Bulan Keluarga tahun ini untuk menghayati kasih pemeliharaanNya dalam dan melalui keluarga, teman-teman pemuda menggelar acara Jagongan Setu Wage yang dilaksanakan hari Setu Wage 11 Dulkangidah 1944 atau Sabtu 8 Oktober 2011. Konsep acara yang memadukan budaya sebagai sarana pengakraban keluarga, acara digelar di luar ruangan atau pelataran dilaksanakan sore hingga malam hari. Suasana semula dirancang lesehan dengan penerangan obor bambu diisi minyak tanah dan merambat secara kapiler ke atas melalui sumbu. Yang hadir semakin banyak, beberapa kasepuhan kerepotan lenggah lesehan dengan tanggap sigap rekan-rekan pemuda mengangkat kursi-kursi plastik ke halaman melengkapi alas tikar yang digelar lesehan yang kemudian diduduki anak-anak dan pemuda. Suasana terasa guyup ada eyang-eyang, bapak-ibu, pakdhe-budhe, paklik-bulik, kakang-mbakyu-dimas-nimas juga gendhuk-thole.

jagongan setu wage

Peserta Jagongan Setu Wage

Acarapun mengalir lancar akrab tidak diharuskan pembahasan serius, di beberapa pojok terbentuk kelompok jagongan, di bawah pohon beberapa bapak ngrembuk politik (mungkin lho ya, karena tidak sempat nguping). Di dekat pos keamanan serombongan emak-emak ngrembuk dunia emak. Bukan jagongan kalau tanpa themilan, wah suguhannya mbanyu mili, beragam themilan mulai dari jagung godhog, kacang godhog, kimpul/tales, singkong godhog, pisang godhog, singkong goreng, pisang goreng, ubi goreng, bacem tahu tempe dll. Minuman teh hangat serta wedang jahe menambah selera ngethemil.

Sebagian suguhan jagongan setu wage

Sebagian suguhan jagongan setu wage (yang lain masih buanyaak lagi)

Lho jagongan juga perlu tontonan, berbagai hiburan disajikan, penyanyi spontan muncul di panggung, irama keroncong membuai pendegaran. Bila jagongan lain yang hadir membawa bingkisan, jagongan Setu Wage ini menggelar 92 bingkisan sebagai door prize. Jan penak tenan, duduk jagongan disuguhi tontonan, themilan maneka warna, pulang masih membawa bingkisan.Terselenggaranya acara ini berkat kerjasama banyak komponen, aneka cemilan merupakan kesanggeman wilayah, ada yang nggendong tenggok berisi kacang, ada yang nyunggi wakul gedhang godhog (yang ini hiperbolis, kenyataannya dibawa dengan wadhah plastik cantik menarik). Hadiah hadir dari berbagai kelompok, yang mandegani teman-teman pemuda.

Cekaking atur, indah sekali bila setiap komponen dalam komunitas didayagunakan, diuwongke, diberdayakan bukan diperdaya (yang ini titipan bahasa pyantun agung), penghayatan yang nyata atas kehidupan satu tubuh dengan berbagai macam anggota tubuh. Dalam kehidupan keluarga tidak selamanya mulus, kadang ada riak perbedaan, indah bila dipadukan dalam selamat ribut-rukun. Maturnuwun dhuh Gusti atas keluarga anugerahMu baik dalam keluarga inti, keluarga pasamuwan, keluarga masyarakat. Apresiasi yang tulus untuk kerja keras setiap jiwa yang berkontribusi dalam acara Jagongan Setu Wage.

Iklan