Tag

, , , , , ,

ATjG: Sitinjau Laut Terjal Berkabut

Jalur Padang-Sitinjau Laut-Solok

Jalur Padang-Sitinjau Laut-Solok

Pagi telah beranjak saat kami mengawali perjalanan dari Padang menuju Solok. Dari rentang skala di peta tidak terlalu jauh, namun dari tampilan goggle map perjalanan bakal melintasi bukit barisan dari sisi kontur yang sangat terjal. Inilah saatnya membaui aroma Bukit Barisan yang hanya kami kenal melalui peta dan bacaan.

Indarung

Indarung

Indarung

Memasuki daerah Indarung yang cukup ramai hawa pendakian bukit mulai terasa. Indarung? Siapa tak kenal nama ini .. yah disinilah pabrik Semen Padang yang kesohor ini berlokasi. Indarung adalah nama salah satu kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang yang ketenarannya melampaui nama kecamatannya. Semen material bangunan yang berfungsi sebagai perekat, kata semen berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya “memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan“. Bahan dasar utama semen adalah material berkapur yang dicampur material kaya silikat dari tanah liat silikat. [terngiang sejenak penjelasan eyang Rahmat dosen geologi dan mineralogi]. Mengambil gambar plang depannya, segera terlontar tanya dari daerah mana bahan dasar semen ini?

Bukit Karang

Bukit Karang

Bahan dasar semen

Bahan dasar semen

Sedikit keluar kota Indarung, di sebelah kanan jalur utama jalur Padang-Solok tampak ekpose jajaran bukit berpenampakan putih, penduduk sekitar menyebutnya bukit karang. Bukit karang … bukankah karang berada di laut. Batu karang berupa sedimentasi atau pengendapan dari material kalsium atau kapur yang berpadu dengan sisa organik biomasa lautan. Di daerah Jawa, bukit kapur ini disebut bukit gamping. Begitupun gundukan bukit berwarna merah yang terkelupas sebagai penyedia materi liat silikatnya terpampang nyata. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan kemudian diangkut ke alat penghancur, untuk selanjutnya diolah menjadi semen di pabrik.

Merambah bukit cadas

Merambah bukit cadas

Merambah bukit

Merambah bukit

Pada pendakian yang lebih di atas nampak aktivitas pengambilan dan pengangkutan bahan dasar. Truk kosong meliuk merambah bukit wadas, pengisian muatan dan kembali menuruni bukit. Pemandangan tersebut cukup kontras berlatar barisan bukit menghijau.

saluran air

saluran air

Untuk mencukupi kebutuhan air pabrik, dialirkan air dari daerah sumber, pipa-pipa air berjajar di sepanjang punggung bukit. Bukit Barisan yang menghijau lebat simpanan air dan serapan karbon yang tak terkira.

Sitinjau Laut

Selepas pemandangan penambangan material semen, jalan semakin terjal dan badan jalanpun sangat halus kokoh berupa beton cor. Terbayang macetnya jalur ini saat lebaran yang lalu, sehingga jalur buka tutup diberlakukan Keterjalan jalur Padang-Solok sangat nyata, melintas di daerah ini menjadi semakin paham mengapa jalur kereta api pengangkut batu bara dari Sawahlunto ke pelabuhan Teluk Bayur memilih melingkar memutari danau Singkarak menuju Padang Panjang dengan panjang lintasan berlipat ganda karena tentunya tak memungkinkan mendaki dan menurun di jalur ini.

Meliuk di beton

Meliuk di beton

meliuk di punggung bukit barisan

meliuk di punggung bukit barisan

Pendakian terjal berhenti sejenak di sebuah gardu pandang, lereng yang menghadap daerah pesisir, bila cuaca cerah menurut uda pendamping trip pemandangannya sangatlah indah, kota Padang, hamparan laut biru nun jauh di sana, sayang saat kami berada di gardu pandang, jarak pandang sangat terbatas semua terbalut kabut. Alam raya sekeliling berupa hamparan bukit hijau berselimutkan kabut, kesunyian yang nyata berkala berpadu cerecet burung dan deru gas kendaraan yang terengah mendaki maupun decit rem saat menurun. Meski sahabat lain tidak turun dari kendaraan, saya minta uda driver berhenti sejenak, sayapun turun merentang badan seraya menghirup udara Sitinjau Laut kuat-kuat mematrikan rasa hawa Bukit Barisan dalam memori kenangan tepian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Keterbatasan kamera mengabadikan keindahan alamnya dicover dengan keampuhan kamera asli anugerahNya.

Kabut Sitinjau Laut

Kabut Sitinjau Laut

Mata tukang kebun menangkap begitu banyaknya tanaman pandan laut (Pandanus tectorius) di hamparan Bukit Barisan. Pengetahuan sederhana bertanya bagaimana tanaman laut pantai berada di ketinggian bukit? Jawabannya ada di alam takambang jadikan guru …..

Pandan pantai di bukit berkabut

Pandan pantai di bukit berkabut

Terlupakan sudah pembelajaran cikgu bahwa pada suatu waktu lempeng Australia mendesak ke arah Utara dan lempeng Eurasiapun tak tinggal diam melakukan tentangan. Perpaduan desakan dan tentangan menyebabkan lipatan dan pengangkatan kulit bumi sehingga menyembullah permukaan kulit bumi dari arah lempeng Eurasia menjadi Bukit Barisan. Garis pantaipun bergeser mundur ke arah lempeng Australia. Mampukah Yu kebun memahami di sinilah dulu garis pantai sehingga mengapa banyak ditemukan tanaman pandan pantai yang beradaptasi menjadi tanaman puncak gunung. Yah disinilah Sitinjau Laut tempat kami warga Ranah Minang meninjau laut, tempat gunung menyapa semenanjung. Begitupun Indarung dan sekitarnya dahulu tentunya adalah laut sehingga mengapa banyak dijumpai bukit karang yang sekarang menjadi sumber berkah melalui pabrik semen.

Markisa ikon Kabupaten Solok

Markisa ikon Kabupaten Solok

Markisa

Markisa

Seraya bersyukur atas kebesaranNya melalui alam ciptaanNya dan menitip harap pemeliharaan kelestarian alam agar tetap mencurahkan kesejahteraan bagi warga Sumbar dan peradaban semesta, kamipun meneruskan perjalanan. Meliuk menuju puncak Bukit Barisan kemudian berarak turun memasuki kabupaten Solok. Tugu selamat datang dengan ikon buah markisanya mengingatkan kami tuk mencoba kemanisannya. Sampai jumpa kembali Sitinjau Laut terjal berkabut (perjalanan balik kami menempuh jalur Padang Panjang).

Iklan