Tag

, ,

Pesona Bengkuang Prembun

Bengkuang Prembun

Bengkuang Prembun

Melewati ruas jalan Purworejo-Kebumen, memasuki Prembun terlihat penjaja bengkuang berderet di sepanjang jalan dengan display yang apik. Tatanan umbi berbentuk gasing, berkulit putih bersih, tekstur renyah dan rasa manis ini melambai ke arah pembeli yang rela merogoh kocek dan menentengnya pulang. Harganyapun cukup terjangkau 3 ikat berisi 3-4 umbi berukuran sedang seharga Rp 10 000,- untuk umbi berukuran besar 1 ikat terdiri dari 3 umbi dihargai Rp 5 000,- (harga Mei 2013). Serat bengkuang Prembun ini hampir tidak terasa, menikmati lotis bengkuang di siang hari panas alamak manis pedasnya menggugah selera.

Rujak dan asinan tanpa bengkuang memang tidak masalah namun terasa kurang lengkap. Komposisi warna, kerenyahan dan rasa bengkuang yang khas menghadirkan sensasi tersendiri dalam rujak ataupun asinan. Bengkuang juga tampil memikat dalam paduan kuliner aneka salad. Kini selain umbi segarnya juga tersedia produk olahan berupa keripik bengkuang.

Pengetahuan dan kearifan lokal yang digali dari bengkuangpun menempatkan bengkuang sebagai komponen penting dalam pemeliharaan karunia kecantikan kulit. Kini berbagai varian produk kosmetik semisal pelembab raga, lulur, masker mengusung bengkuang sebagai komponen pencirinya dengan khasiat utama mendinginkan dan mencerahkan kulit.

Bengkuang (Pachyrhizus erosus) atau besusu (bhs Jawa) merupakan tanaman suku polong-polongan yang berasal dari Amerika tropis. Selain umbinya, bagian tanaman yang lainpun juga bermanfaat. Biji bengkuang juga dikembangkan sebagai pestisida nabati dengan bahan aktif rotenon yang dapat dipergunakan pada budidaya sayuran secara organik.
Bagaimana cara sahabat menikmati umbi bengkuang?

Iklan