Tag

, , , , ,

Dolan Purbalingga Yook

pendopo Dipokusumo kabupaten Purbalingga

Dolan ke Purbalingga yook. Purbalingga loh ya bukan Probolingga. Purbalingga salah satu Kabupaten di Jawa Tengah bertetangga dengan Banjarnegara dan Purwokerta. Selama ini lebih sering lewat Purbalingga dan belum pernah menjadikan Purbalingga sebagai tujuan kunjungan utama. Bergabung dengan warga kebun mari dolan ke Purbalingga.

Akhir Nop 2018 kemarin, jelang tengah malam bus melaju membawa rombongan dari Salatiga ke Purbalingga. Peserta yang didominasi warga adiyuswa penuh semangat. Sangat tertib, menyadari perjalanan jauh dan esok hari beraktivitas penuh, segera setelah panitia membagikan kudapan malam, para peserta beristirahat.

05.an. Saat matahari terbit pk 05an pagi kami sampai di ndalem kelg dr Amry-drg Herry, pyayi asal Salatiga yang lenggah di Purbalingga. Beliau menyediaakan diri menerima kami serombongan. Menyeruput suguhan teh hangat dan kanca-kancanya. Segera mandi pagi biar segar.

05.59. Melipir sejenak menelusuri Jl Dipokusomo yang bersejarah, melewati kantor kearsipan dan perpustakaan daerah. Yuup jadi perhatian utama, seandainya datang lagi bakalan jadi jujugan untuk belajar informasi Purbalingga Kota Jend Besar Sudirman.

Perpustakaan daerah Purbalingga

Tujuan pastinya ke alun-alun kota. Bagi saya, alun-alun adalah pusat kota, selalu menyempatkan menikmati sejenak aura alun-alun. Terlihat menara masjid menjulang, menara yang mirip dengan menara masjid Nabawi. Geliat warga terlihat di alun-alun mulai dari olah raga jalan kaki, pesepeda hingga penjual makanan keliling.

Alun-alun Purbalingga

Pendapa Dipokusumo Kabupaten Purbalingga. Disinilah pusat pemerintahan daerah berada. Menyapa petugas jaga diizinkan melongok ke dalam. Pendopo agung dengan sepasang meriam penjaga. Pendapa dengan latar belakang G. Slamet menjulang di kejauhan.

museum Soegarda Purbalingga

Berada di samping Pendopo agung inilah museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Beliau tokoh pendidikan nasional yang berasal dari Purbalingga. Sayang masih terlalu pagi dan waktu sangat terbatas sehingga tidak masuk gedung museum.

Balik yook, melewati kantos pos besar dan bangunan telkom di Jl Onje. Bangunan kantor pos dan telkom selalu memikat saya. Instansi awal yang melayani komunikasi, kebayang keluarga antar daerah berjauhan dapat terhubung langsung, saat itu melalui surat, tilpun pun telegram. Kembali ke dalem keluarga Bp Amry.

06.40. Saatnya berangkat ibadah. Bapak Ibu Amry-Herry ngendika, naik bus rombongan saja. Ngintip di peta, sangatlah dekat. Kami berjalan kaki dan akhirnya semua rombongan juga berjalan menuju gereja. Kami beribadah di GKJ Purbalingga salah satu gereja dengan sejarah panjang di Purbalingga.

GKJ Purbalingga

Usai ibadah, kembali berduyun-duyun ke ndalem Dipokusumo. Melewati rumah dinas wakil bupati…pepotoan…melewati penjual getuk goreng…mana tahan…beberapa ibu sudah mulai aksi berbelanja oleh-oleh.

Menikmati sajian sarapan dan silaturahmi penuh keakraban. Kamipun mohon diri. Terima kasih Bp Amry Ibu Herry untuk kehangatan dan segalanya, bahkan ditemani hingga Baturraden Purwokerto.

10.00. Taman Wisata Pendidikan: Purbasari Pancuran Mas. Salah satu ikon wisata Purbalingga yang sangat terkenal. Mari masuki Aquarium Eksotik, nikmati ikan raksasa Arapaima gigas dari perairan Amazon dengan panjang 2.5-3m dan bobot 100kg, koleksi arwana. Luar biasa tanda kemuliaan ciptaan melalui aneka varian ikan.

TWP Pancuran Mas Purbalingga

aquarium eksotik, Pancuran Mas Purbalingga

wisata pancuran mas

Keluar dari Aquarium yook lanjut menelusuri kawasan terapi ikan, dragon fruit, wisata praon, theater 3 D, istana burung, water boom, aquarium nusantara. Kawasan Purbasari Pancuran Mas, layaknya taman wisata pendidikan dengan aneka obyek telaah. Keluarga aneka usia dapat menikmati pembelajaran alam secara apik santai dengan penataan kawasan yang ramah petunjuk. Meski belum puas menjelajah yook saatnya berpindah.

terapi ikan

11.15. Saatnya bergerak ke Taman Baturraden Purwokerto. Diiringi derai hujan menatap suguhan keelokan alam, perjalanan menanjak kawasan gunung. Menikmati kudapan, sangu yang diparingi keluarga Amry. Hampir 1 jam perjalanan.

12.25. Alamak padatnya pengunjung Taman wisata Baturraden. Aneka kendaraan dari motor, mobil hingga deretan bus memenuhi tempat parkir. Mengingat kenangan lebih seperempat abad lalu berkunjung ke sini. Tentunya begitu banyak perubahan. Era kini, tempat wisata harus selalu berbenah agar tidak ditinggalkan penikmatnya.

wisata Baturraden

Aha….ternyata tidak semua tempat wisata cocok untuk kami para adiyuswa. Tanjakan, tangga tentunya kami ngeman dengkul. Beberapa kami duduk nyangkung di tepian jalan. Beberapa menikmati parade tanaman hias yang dijajakan pedagang. Ooh surganya penggemar tanaman kantong semar. Semoga tidak menjadikannya punah oleh perburuan.

theater alam Baturraden berjejal

Variasi sajian wisata mulai dari alam berupa aneka curug hingga panorama tebing dan lembah. Termasuk theater alam yang penuh kerumunan. Peserta muda menyeruak naik ke taman usai membeli tiket. Meski tidak menjelajah lama, mengingat kebanyakan kami berada di luar taman.

12.54. Akhirnya memutuskan pindah tempat. Yook makan siang dulu, panitia memesan tempat di Pring Sewu di kawasan wisata Baturraden. Malah nyantai di tempat makan, usai santap beberapa peserta menyanyi, joged bareng untuk meramaikan peserta yang ulang tahun. Benarlah refreshing wisata bukan melulu masalah tempat wisata, namun suasana yang dibangun selama kebersamaan.

13.45. Mari saatnya pulang dari Taman Wisata Baturraden. Hujan setia mengiringi perjalanan pulang. Langsung pulang Salatiga? Nggaklah pastinya mampir di beberapa pusat oleh-oleh. Mau aneka keripik tempe hingga mendoan? Atau getuk goreng Sukaraja khas wilayah Purwokerto dan Purbalingga? Cukup 15K untuk sebesek getuk 1/2 kg. Atau batikan Banyumasan dengan pola khasnya, mangga diborong…

getuk goreng Sokaraja

16an. Akhirnya kami pamit dadah dadah kota Purbalingga, menatap bunderan Jend Besar Soedirman di Desa Bantar Barang. Melaju ke Salatiga dengan beberapa kali singgah meringankan tubuh di Pom Bensin. Makan malampun dilakukan di bus untuk efisiensi waktu.

Puji Tuhan pk 22.an kami kembali dengan selamat. Sukacita menikmawi wisata bersama. Beribadah hingga mengagumi alam ciptaanNya dalam kebersamaan. Terima kasih nggih panitia yang telah menata acara dengan apik. Siap dolan lagi lain kali.

Dolan Purbalingga? Mengapa tidak….

Serial sebelumnya..Dolan Tuban