Tag

, , ,

Senyum Miss Joaquim di Situs Warisan Dunia

Kisah Blusukan Singapore Chiang Mai 2012 berlanjut. Setelah hari 2 kami Tertawan di Pulau Sentosa saatnya kami menikmati Senyum Miss Joaquim di Situs Warisan Dunia. Mari menyimaknya.

Kebun Botani Singapura: connecting plants and people

Blusukan Singapore Chiang Mai 2012, day 3 Kamis 23 Feb 2012: Senyum Miss Joaquim di Situs Warisan Dunia

Inilah hari ke 3 kami di negeri tetangga. Agenda hari ini sangat santai (hehe bukankah setiap dolan, simbok menganut gaya santai ya), setengah hari saja dengan tujuan melongok ke kebun botani. Singapore Botanins Gardens memiliki koleksi tumbuhan tropis yang luar biasa.

Jalur paling mudah menujunya dari penginapan kami di seputaran Little India adalah dengan naik taksi. Luar biasa semangat para sahabat kebun. Usai kami packing dan menitip koper di resepsionis. Berembug dan disepakati menjajal rute MRT dari stasiun Little India menuju stasiun interchange tuk ganti line MRT yang mendekati kebun raya. Nah bagian ini simbok tidak memiliki catatan rinci.

Kebun Botani Singapura

Selaku para simbok kebun pasti mata berbinar kalau diajak melongok kebun botani. Sejarah mencatat, awal kebun botani ini adalah untuk penelitian tanaman tropis yang bernilai tinggi bagi bangsa Eropa. Perkembangan menunjukkan, kebun botani ini wujud komitmen negara Singapura menyediakan ruang terbuka hijau termasuk hutan hujan tropis.

Kebun seluas 74 hektar ini dikelola dengan sangat professional. Tiket masuk gratis, kecuali Kebun Anggrek Nasional. Kami berkunjung pada tahun 2012 masa Kebun Botani Singapura sedang proses persiapan diajukan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Perjuangan manis, Kebun Botani Singapura (KBS) masuk warisan dunia UNESCO 8 Juli 2015.  Kebun Botani Singapura menjadi situs warisan dunia UNESCO perdana bagi negara tersebut. Kebun botani tropika ini menjadi satu dari 3 kebun botani yang memperoleh pengakuan situs warisan dunia versi UNESCO. Ini 2 lainnya, Orto botanico di Padova dan Royal Botanic Gardens, Kew.

Moto KBS sangatlah menarik, connecting plants and people. Yuup saat manusia diciptakan, tumbuhan sudah lebih dahulu disediakan bagi kehidupan. Keterhubungan manusia dan tanaman menjadi kunci kehidupan. Pangan, Kesehatan dan seluruh aspek didukung oleh tanaman.

Banyak tanda agar taksesat

Ada beberapa pintu masuk ke KBS, usah khawatir tersesat karena tersebar banyak peta. Ini tangkap kamera saat salah satu sahabat kebun memeriksa peta dan Bersama memilih jalur. Sangat menyadari tak cukup waktu dan tenaga tuk menyusuri semua bagian.

Melongok nama tanaman

Bersesanti jalan santai sambil olah raga. Mata nyalang menangkap sign nama tanaman yang rapi tertera pada aneka jenis tanaman. Menjadi sarana pembelajaran dan pengenalan. Mengingat karakter kebun botani tropika, banyak jenis tanaman di Indonesia yang kita kenali Namanya di KBS.

Rontokan daun jadi mulsa

Bagaimana pengelola menata Kawasan KBS tetap apik sepanjang masa? Diantaranya menata rontokan dedaunan disapu menuju pangkal batang tanaman. Seresah tersebut dijadikan mulsa mengelola penguapan tanah dan gulma. Pada gilirannya akan terdekomposisi dan menjadi pupuk alami. Menyapa petugas dan mohon izin untuk memotret beliau yang ramah.

Merawat ketegakan tanaman

Pada hamparan lain terlihat petugas merentang tali dari tanaman induk dan dipancangkan dengan kuat ke areal sekitar. Yuup upaya mempertahankan kekokohan tegak tanaman agar tetap tampil prima tidak condong rebahan. Teringat cara yang mirip dilakukan di Kebun Raya Bogor (KRB).

Menata drainase

Singapura bagian dari wilayah tropika yang kaya akan hujan. Untuk mempertahankan Kawasan nyaman tidak tergenang air dan becek, terlihat saluran drainase pembuangan air berlebih. Ada saluran permukaan ataupun tempat penampungan.

Warga lansia olah raga

Menyeruak dari kesunyian pagi, aba-aba kegiatan olah raga. Olala beberapa warga lanjut usia (WULAN) atau lansia sedang bergiat. Senang ya berolah raga di KBS yang rindang dengan udara segar pasokan oksigen melimpah.

Lumayan sudah melangkah menyusur KBS, kami menuju resto di dalam untuk sarapan. Ternyata cukup ramai pengunjung dari aneka areal jelajah berkeinginan yang sama untuk memasok energi dengan sarapan pagi.

Sarapan di KBS

Ini sarapan kami yang tertangkap kamera. Makan pagi di tengah kawasan KBS. Rasanya semua enak dan dilahap habis hehe.

Sarapan kami

Panorama sekitar resto beraneka dari jenis tanaman pun tatanan arsitektura taman dan elemennya. Mau ngadem di sekitar air mancur dengan gemericik pengiringnya tersedia. Proses tidak menghianati hasil, ini tangkap kamera petugas yang sedang membersihkan kolam dari dedaunan yang jatuh memenuhinya.

Proses mengawal hasil

Lanjut yaa, kita kitari jalur jalan menuju Kebun Anggrek Nasional. Terlihat elemen atap bangunan unik di tengah hamparan koleksi palem. Nah saat jalanan menurun makin jelas bentuk bangunan tersebut. Setiap komponen ditata keserasian arsitekturanya menyatu dengan alam sekitarnya.

Kesatuan arsitektura

Aneka koleksi yang disajikan. Ada koleksi bambu, yup bambu yang menurut awam begitu saja. Ternyata aneka ragam jenis tampilan fisiknya juga tertera pada board di samping rumpun. Begitupun keluarga tanaman jejahean mendapat tempat dengan ginger garden.

Aneka kebun di KBS

Vanda Miss Joaquim

Sampailah kami ke Kebun Anggrek Nasional. Mari kita beli tiket dulu, lupa sudah berapa harganya saat itu. Kebun Nasional Anggrek ini menjadi tujuan utama kami empat simbok. Kebun seluas 3 hektar ini memiliki koleksi lebih dari seribu spesies, untuk anggrek silangan berlipat kali jumlah koleksinya.

Kami kagum, bagaimana negara mungil ini mengkoleksi, merawat dan menjadi salah satu sentra dari anggrek tropika. Makin tercengang kami dengan tatanan koleksi. Bayangan awal ada di green house dengan pengawasan keamanan ketat.

Jajaran rumpun anggrek seolah menjadi tanaman pagar. Pada beberapa taman, rumpun anggrek aneka warna dalam jenis sama menjadi pusat perhatian. Semuanya sangat dekat dengan kami pengunjung.

Sebagian koleksi anggrek

Setiap pengunjung sibuk mengagumi. Tak lupa mengabadikan. Bahkan disediakan tatanan layaknya photobooth aneka kawasan anggrek. Menanamkan rasa cinta kagum akan tanaman anggrek. Tidak aka nada foto pengunjung tanpa latar anggrek. Jadilah taman anggrek ramah pengunjung. Saya pernah menyajikannya di sini.

Taman Anggrek ramah pengunjung

Bagi sahabat yang tidak hanya suka jalan namun mau menambah pengetahuan, mari silakan singgah di bagian informasi. Tersedia penjelasan proses penyilangan anggrek. Perkembangan teknologi budidaya anggrek. Juga penjelasan aneka anggrek persahabatan antar negara.

Vanda Miss Joaquim flora nasional Singapura

Vanda Miss Joaquim menjadi salah satu perhatian kami. Inilah flora nasional negara Singapura. [masih ingat kan flora nasional Indonesia, yup bunga Melati Putih] Penamaan pengingat dedikasi Joaquim sang pemulia anggrek. Saya juga pernah menuliskannya di sini.

Blog ini memiliki kategori jalan-jalan. Nah bagaimana dengan kategori dolan Singapura? Simbok kebun menyebutnya dengan Pesona Kebun Vanda Miss Joaquim. Penyusunan kategori blog ala kebun.

Kami menghabiskan lumayan waktu mengitari Kebun Anggrek Nasional ini. Menyesap keindahan koleksi anggrek tropis. Juga inspirasi menatanya menjadi sajian taman yang apik. Setiap hasil jepretan kamera akan menceritakan keelokan anggrek di areal ini. Semakin kagum dengan koleksi anggrek di Tanah Air. Semoga dapat dikelola demi kemaslahatan bersama.

Selama mengitari kebun ini banyak tersedia penanda arah. Sehingga sangat dimungkinkan menjelajah seluruh areal dengan efektif. Pintu keluar kebun anggrek ini bersebelahan dengan pintu masuk. Pengunjung dapat menuju bagian penjualan tanaman anggrek atau aneka souvenir tetap dengan sentuhan anggrek.

Saatnya keluar dari KBS. Mari lihat peta yang tersedia, atau ikuti papan penunjuk jalan untuk jalan keluar terdekat. Kami merelakan salah satu areal utama yaitu hutan hujan tropis. Jalur keluar kami melewati taman berumput luas dengan gazebo putih di tengah.

Taman sentuhan Eropa di KBS

Olala serasa aura Eropa, iyalah kan Singapura lekat dengan Inggris. Rancangan taman Eropa pastinya diterakan oleh pendiri KBS. Terlihat suasana pengambilan foto preweed di areal ini. Ini pandangan mata 2012, 10 tahun lalu, tentunya kini KBS makin berkembang memikat pengunjung.

Orchad Road, Stasiun Bugis, dan Bandara

Meski bukan hobiis belanja, kami masukkan Orchad Road sebagai destinasi usai kunjungan ke KBS. Nonton, keluar masuk mall. Berujung dengan makan siang.

Saatnya Kembali ke penginapan untuk mengambil koper yang dititipkan. Sekalian pesan kamar untuk malam sepulang kami dari Chiang Mai. Tidak terpikir untuk menitip sebagian bawaan yang tidak akan kami butuhkan selama di tujuan berikutnya. Kalau membaca kisah para sahabat, ada strategi menitipkan bawaan di hotel yang sudah diinapi dan akan dijabani lagi.

Agenda sore ini kami akan jumpa dengan pasangan alumni kebun yang bermukim di Singapura. Tempat jumpa disepakati di stasiun Bugis untuk mempermudah kami lanjut ke bandara. Ngobrol gayeng riuh dengan duo sahabat sambil makan malam sedikit kesorean.

Saatnya berangkat menuju bandara, petang kami penerbangan ke Thailand Utara untuk jelang pameran tanaman hias. Sampai jumpa di kisah blusukan Singapore-Chiang Mai hari ke 4-5. Seperti apa ya? Untuk seseruan dolan Singapore-Chiang Mai ala kami bisa dilihat di sini.