Tag

,

Salatiga – Malang Berjumpa di Batu [Kopdar]

Judul postingan ini merupakan pasangan dari postingan Jeng Naniek, [Kopdar] Malang-Salatiga, Ketemu di Batu. Saat mendapat tugas mengantar teruna kebun berkunjung ke Malang, saya menghubungi Jeng Naniek, berharap bisa berjumpa di salah satu titik kunjungan kami. Memanfaatkan saat rombongan rehat di jeda usai kunjungan Jatim Park II di lereng G. Panderman – Batu, Jeng Naniek dan Dedek Nayla menjemput saya di depan Pohon Inn dan bergabung dengan Babang Satriya serta Papa.

Merasakan kekhasan keluarga blogger, meski belum pernah bersua langsung, melalui obrolan saling komen postingan berlanjut email, komunikasi langsung mencair. Senangnya bila sebelumnya begitu gemes menyaksikan kemandirian, kelucuan dan kecerdikan kakak beradik buah hati Jeng Naniek melalui postingan kini berhadapan langsung.

Keluarga Jeng Naniek menjamu saya di lesehan Waroeng Bamboe arah ke Selecta, jalan Pacet Bumiaji Batu. Sebagai anak gunung langsung merasakan suasana rumahan, ngobrol bersama kerabat sahabat di tengah alam. Lesehan di tepi kolam berkecipak penuh ikan, musik gemericik air yang mengalir dari selokan alami mengalirkan air gunung yang atis langsung ke kolam.

Kolam Ikan di Waroeng Bamboe

Kolam Ikan di Waroeng Bamboe saksi Kopdar

Menikmati hidangan hangat lezat semakin nikmat dengan obrolan meloncat-loncat dari keluarga, pekerjaan, antar sahabat ngeblog. Kecintaan keluarga Jeng Naniek terhadap alam sangat kental, mancing bahkan kemping di G. Kelud yang wurung dilaksanakan karena datang terlalu sore, semoga lain waktu bisa berkemah di Kelud ya Babang dan Dedek. Ikan di kolam dengan aneka ukuran dan jenis menjadi perhatian putra-putri alam ini. Keakraban saat kedua bocil [bocah cilik] ini bermain tangkap kurung dengan sang Bunda, kami tingkah dengan obrolan sang Papa yang berasal dari Bengkulu, yang hobi berpetualang alam hingga tepian Rawa Pening-pun cukup akrab bagi beliau.

Keluarga muda yang inspiratif itulah yang saya rasakan. Memadukan idealisme keluarga dengan pilihan pekerjaan. Membesarkan dan mendidik putra-putri beliau sebagai keluarga besar alam. Kekaleman dan rasa melindungi yang selalu terpancar dari sang Babang terhadap adiknya berpadu dengan rambut kruwil panjang Dedek Nayla mengingatkan manisnya barby. Bagi kakak beradik yang ada bukan ‘ladakan’/tukaran alias berantem, hanya beda pendapat. Semakin gemes melihatnya…

Waktu ngobrol hampir dua jam tidak terasa dan saatnya berpisah sebagai bagian siklus pertemuan. Keluarga Jeng Naniek mengantarkan saya ke Jl Oro-oro Amba di Batu Night Spectacular (BNS) untuk kembali menjalankan tugas. Malam ini bagi saya pribadi BNS benar-benar Batu night spectacular, yah spektakuler karena menjadi bagian prasasti pertemuan dan perpisahan sahabat blogger yang semula bersahabat di dunia maya. Terima kasih Jeng Naniek, Satriya, Nayla dan Mas Papa Babang Dedek untuk penerimaan ini, semoga lain kali berjumpa lagi, bisa mancing di Rawa Pening loh, kami tunggu…..