Tag

, , ,

Lansia Penyintas Kanker dan Vaksinasi Covid-19

Aku bangga sudah divaksin

Salam sehat para sahabat pembaca blog Rynari. Apakah anda lansia penyintas kanker, atau pendamping keluarga yang sedang mencari informasi tentang lansia penyintas kanker dan vaksinasi Covid-19? Mari bersama simak artikel ini.

“Tok…tok..tok….”

“Ooh.. mangga Pak RT silakan pinarak”

“Di teras saja ya Ibu, biar udara terbuka. Ini menghaturkan undangan vaksinasi, blanko isian saat skrining nanti. Untuk jadwal waktu dan tempat akan diinformasikan menyusul bila sudah ada informasi dari yang berwenang, nggih”

Sebagai lansia yang rentan, Pemerintah memutuskan lansia menerima program vaksinasi urutan prioritas setelah tenaga kesehatan. Menerima form/blanko isian saat skrining mencakup data NIK dan data dasar kesehatan berkenaan dengan pantauan Covid-19.

Nah, pada butir no 8 tertulis: untuk penyintas kanker diperlukan surat rekomendasi dari dokter yang merawat. Meski sudah rampung masa pengobatan, dalam kesehatan kanker tetap mengikuti pemantauan secara berkala dari dokter. Masa remisi yang tetap dalam pantauan dokter. Ada yang rentang pantauan sebulan, 3 bulan, 6 bulan hingga setahun sekali. Mengikuti arahan dari dokter yang merawat.

Segera kontak kepada dokter di Klinik Pratama tempat lansia tercatat. Mengemukakan perihal surat rekomendasi untuk lansia penyintas kanker persyaratan vaksinasi. Beliau menyarankan untuk memintanya dari dokter yang merawat dan membuatkan surat rujukan ke RSUP.

Baiklah standar operasional prosedur (SOP) rujukan berjenjang ditempuh. Dokter yang merawat (di RSUP) dengan sangat ramah melayani, beliau mengizinkan untuk memperoleh vaksinasi dan membuatkan surat rekomendasi.

Nah, tiba saatnya mendapat panggilan pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di RSUD setempat. Keren loh, Pak RT yang menyampaikan undangan juga mengawal kami para lansia di tempat layanan vaksinasi. Bahkan menjadi fotografer lansia warganya.

Peserta yang baru tiba diberi waktu istirahat duduk sambil mengantri. Menormalkan suhu tubuh dan tekanan darah, mungkin saat berangkat terburu-buru. Lalu dipanggil masuk ke area 1 yaitu area pendaftaran.

Menyerahkan blanko skrining dan KTP. Pengecekan data kependudukan. Lanjut data suhu juga tekanan darah. Petugas berikutnya melakukan skrining sesuai SOP Covid-19. Apresiasi petugas memeriksa dengan cermat. Beliau mengulang mengukur tensi. Konfirmasi apakah biasa dengan nilai tersebut.

Untuk lansia komorbid akan lanjut data lebih detail semisal untuk penyintas diabetes melitus (DM) dicek pantauan kadar gula darah dan rutinitas kontrol. Untuk tensi dengan batas toleransi 180/110. Juga riwayat penyakit jantung dll.

Intinya selama kondisi bagus terkontrol rutin akan dilayani. Termasuk lansia penyintas kanker dengan surat rekomendasi dokter yang merawat. Para petugas baik administrasi maupun perawat sangat ramah. Sempat saya godain, tadi sempat selfi dengan Pak Ganjar (Jateng 1) yang barusan meninjau ya…..

Lanjut yook menunggu masuk ruang 2 untuk pemberian vaksin. Nah kami mendapat CoronaVac produksi biofarma. Setiap paket berupa 1 ampul untuk 10 penerima vaksin, tentunya masing-masing dengan spuit baru steril. Sehingga setiap grup beranggotakan 10 orang.

Mari singsingkan lengan. Perawat mengangsurkan spuit berisi vaksin. Dokter dengan tenang meyakinkan memberikan suntikan. Pak RT bertindak selaku fotografer. Nah… kami lansia menikmati layanan vaksinasi dengan syukur.

Saatnya masuk ke ruang 3 yaitu ruang observasi. Amatan KIPI kejadian ikutan pasca imunisasi. Kami diminta istirahat selama 30 menit. Perawat yang bertugas membuat suasana nyaman dengan penjelasan dan tanya jawab. Kami akan mendapat vaksinasi ke 2, 4 minggu lagi.

Meski lansia kami juga kritis loh…. Koq yang lain hanya selang 2 minggu. Ooh untuk lansia masa pembentukan antibodi lebih lama, sekitar 4 minggu. Bahkan kami buat sesi foto bersama di tempat duduk masing-masing yang berjarak. Suster menyerukan aba-aba 2 jari huruf V, victory… vaksinasi…seraya mringis bareng.

Usai 30 menit saatnya kami pulang melewati ruang 4 yaitu pencatatan. Setiap kami menerima lembar kartu vaksinasi Covid-19. Riwayat pemberian vaksin dan keterangan pulang sehat. Bahkan ada catatan bila terdapat gejala pasca dilakukan vaksinasi, sila hubungi dr…… no tilp ……

Yook jangan lupa cuci tangan, kita ada di lingkungan RSUD dengan aneka kondisi. Tersedia photobooth….bangga menerima vaksin.

Selang beberapa saat mendapat pesan melalui SMS untuk undangan vaksinasi ke 2 booster, informasi tempat dan waktu. Juga utas/link untuk mengunduh sertifikat vaksinasi tahap 1. Yeah…

Nah untuk lansia penyintas kanker, mari sambut vaksinasi Covid-19. Ini saya ringkaskan ya…

  1. Menerima undangan melalui RT atau jalur lain semisal tempat kerja
  2. Mempersiapkan surat rekomendasi dari dokter yang merawat
  3. Menjaga stamina dan rasa tenang, apalagi bila memiliki komorbid lain semisal hipertensi ataupun DM. Selama semua terkontrol rajin kontrol dokter akan meudahkan pemantauan.
  4. Mengikuti arahan petugas saat menerima vaksinasi. Kami hanya memerlukan waktu total kurang dari 1 jam sejak datang hingga pulang. Beberapa cerita teman, memerlukan waktu panjang karena banyaknya antrian. Untuk itu sangat dianjurkan sudah makan sebelum berangkat, sedia minum syukur dengan sedotan sehingga tidak perlu membuka masker terlalu lama.
  5. Mencermati undangan vaksinasi ke 2, untuk lansia rentangnya 4 minggu.
  6. Tetap memenuhi standar prokes 5 M.

Salam sehat selalu ya para sahabat lansia.