Pesona Keraton Surya Negara Sanggau KALBAR

Mengunjungi Kota Sanggau akhir Maret yang lalu, terpapar gerbang keraton Sanggau yang menarikku tuk mengunjunginya.

Gerbang kawasan keratan Sanggau

Gerbang kawasan keraton Sanggau

Keinginan tersebut terlaksana melalui lawatan sejenak di 26 Maret 2011, sayang suasana gerimis senja tak memungkinkan menikmati keindahan keratonnya, namun keindahan senja di tepian Kapuas muara Kantuk luar biasa memikat. Tekad semakin kuat dan syukur pada kunjungan di pertengahan Oktober kemarin terwujud.

Tampak depan Keraton Sanggau

Identitas Keraton Surya Negara

Meriam di halaman depan (Foto by Ore mbarep)

Teras Keraton Surya Negara Sanggau

Sayang saat itu tidak bisa memasuki ruangan sehingga hanya sampai di teras (keberadaan peralatan pengatur suara persis di samping pintu masuk utama menurutku agak mengganggu keindahan dan keagungan bangunan). Bangunan Keraton terletak di tepian Sungai Kapuas sebagai jalan raya utama saat itu, tepian tersebut dilengkapi dengan gazebo dengan arsitektur menyatu dengan keraton.

Tepian Kapuas Muara Kantuk

Dari catatan sejarah, Kerajaan Sanggau didirikan oleh Daradante pendatang dari Ketapang yang menikah dengan Babai Cingak dari suku Dayak Sanggau. Pusat pemerintahan berada di Desa Mengkiang (ke arah hulu sungai  Sekayam).  Kemudian pada tahun 1826 Sultan Ayub sebagai panembahan kala itu, memindahkan pusat kerajaan Sanggau ke Desa Kantuk. Keraton Surya Negara menjadi saksi bisu kebesaran masyarakat Sanggau kala itu. Kini Keraton Surya Negara merupakan aset pemerintah  Kabupaten Sanggau, bumi Daradante khususnya  di bidang pariwisata.

Keindahan dalam bangunan sangat memukau, keagungan budaya Melayu pengikat rumpun kesatuan Indonesia. Dua foto berikut bersumber dari http://www.wisatamelayu.com

Singgasana Raja (gambar dari sini)

Keindahan budaya Melayu (gambar dari sini)