Tag

, , ,

Pesona Keben (Barringtonia asiatica)

Awalnya terpesona dengan pohon menjulang memiliki tampilan buah eksotik di lingkungan keraton Ngayogyakarta, melihatnya kembali di kantor Gubernuran DIY, halaman Gereja Katholik di Jebres Solo bahkan juga di pojok depan gedung gudang ilmu di kebun. Jadi penasaran apakah nama pohon ini dan mengapa ditanam di banyak tempat strategis, pesan apakah yang diembannya?

Pohon dan buah Keben di Kantor Gubernuran DIY

Pohon dan buah Keben di Kantor Gubernuran DIY

Hasil penelusuran merujuk pada tumbuhan Barringtonia asiatica dengan aneka nama daerah semisal pohon keben, bunut, putat laut maupun box fruit. Perakarannya yang kuat, percabangan merata dan daunnya yang elok rimbun menjadikan tumbuhan ini sebagai peneduh yang kompak. Daya adaptasi tumbuhan ini sungguh luar biasa dari tumbuhan pantai mampu menyusup dan tumbuh baik hingga ke pedalaman. Tumbuhan ini juga mendapat perhatian khusus dari aspek lingkungan dan diberi penghargaan julukan sebagai tumbuhan perdamaian.

Buah Keben Solo

Eksotik buah keben (Barringtonia asiatica)

Bunga Keben Solo

Bunga Keben (Barringtonia asiatica)

Masyarakat memiliki pengetahuan dan kearifan lokal yang berharga dari tumbuhan ini. Tumbuhan ini dikenal ‘beracun’ poison tree, penduduk Papua memanfaatkan ekstraknya sebagai sarana penangkapan ikan dengan membuatnya lemas setengah pingsan. Mengolah sifat beracunnya suku Aborigin maupun penduduk pedalaman memanfaatkannya sebagai tumbuhan obat, diantaranya obat sakit mata, malaria dsb.

Melalui pendekatan IPTEK yang lebih teliti,  tumbuhan ini ditengarai memiliki kemampuan anti bakteri, antifungal juga anti oksidan dan anti inflamasi. Sekarang marak penelitian potensi dan strategi pemanfaatannya sebagai sumber materi obat dari tanaman (herbal). Semestinya juga potensial dikembangkan sebagai pestisida nabati.

Menyimak tumbuhan keben, minimal tiga butir pembelajaran dapat kita ambil darinya:

  1. Tumbuhan keben dalam bahasa daerah Jawa sangat dekat dengan kata ‘kabeneran’ ataupun ‘kebenaran’.  Penanaman tumbuhan keben di keraton (pusat kekuasaan dan kewibawaan), kantor pemerintahan (pusat kekuasaan formal), rumah ibadah (tatanan religi), gudang ilmu (kekuasaan IPTEK) melambangkan bahwa setiap keputusan kebijakan maupun layanan sangatlah perlu dilandasi dengan penerapan kebenaran. ‘Hangrungkebi kabeneran’ mendekap (menempatkannya di dekat hati, pusat kehidupan) dan membela kebenaran merupakan hakikat dari titah ciptaan tertinggi. Setiap kebun hati titah juga dibekali bibit ‘keben’ untuk ditumbuhkembangkan.
  2. Tumbuhan keben mengajarkan daya adaptasi yang luar biasa dari pantai lingkungan mangrove/bakau hingga pedalaman. Mengajarkan pada setiap titah untuk kemampuan beradaptasi, mampu menempatkan dan membawa diri tanpa kehilangan identitas asli.
  3. Pada hakekatnya racun dan obat merupakan keping dengan dua sisi, sifat racun bila dikelola dengan baik menjadi potensi obat, sebaliknya penggunaan obat yang berlebihan menjadi racun bagi organ tubuh. Betapa kita sering keliru ucap, beli obat nyamuk yang semestinya racun nyamuk, obat diare yang aslinya adalah ‘racun’ bagi kuman penyebab diare sehingga kita terobati dari sakit diare.

Dengan aneka kemampuan dan pembelajaran yang bisa diambil darinya tak pelak gelar tumbuhan perdamaian yang dilekatkan pada tumbuhan Barringtonia asiatica ini. Terima kasih pesona keben.