Tag

, , , , , ,

Rukem, Juminten, Sawo keju dan Kecapi

Suatu siang yang cukup panas, Yu Rukem bersama gendhuk Juminten ndheprok di pojokan pendapa kebun juragan, merem melek menikmati sawo keju ditingkah simfoni garengpung dan alunan kecapi. Ayem tentrem dibuai alam, ini penampilannya …..

Rukem dalam landskap taman

Rukem dalam landskap taman

Tanaman Rukem

Tanaman Rukem

Itulah tampilan Yu Rukem, berdaun hijau kekuningan, termasuk flora langka yang jarang dibudidayakan, tampil anggun dalam paduan taman. Buahnya berwarna kehijauan dan memerah saat matang dengan rasa yang aduhai kecutnya. Sedangkan gendhuk Juminten diwakili oleh secangkir minuman hangat khas cafe pojok kebun, mengepul dengan rasa rempah yang kuat ada aroma beras kencur, sereh dan jeruk nipis yang kuat.

Wedang Juminten salatiga

Wedang Juminten salatiga

Berikut tampilan buah sawo keju yang di beberapa tempat dikenal dengan nama sawo mentega atau sawo ubi karena daging buahnya berwarna kuning dan bertekstur lembut mempur ada pula yang menyebut dengan sawo Belanda. Buah ini diperdagangkan dengan cara dirangkai dalam ikatan di daerah Jawa Barat. Buah ini disajikan untuk putri Nilamsari pemilik ladang yang berkesah tentang buah tjampolay (merek tua dari sirup yang terkenal dari Cirebon), ditengarai buah tjampolay yang dimaksud adalah alkesah atau kanistel (Pouteria campechiana). Kebenarannya walahualam ….

Sawo keju-mentega-Belanda

Alkesah-sawo keju-mentega-Belanda

Nah yang berikut adalah penampilan kecapi alat musik dari kebun, dipersembahkan tuk maharani TE BD5 yang merindu kecapi yang pernah dicicipnya saat beliau kanak-kanak. Penampilannya mirip duku berukuran besar dan berkulit kaku tebal.

kecapi

kecapi

Kecapi musik dari kebun

Kecapi musik dari kebun

Selamat menikmati buaian alam, Salam hangat dari kebun …..