Tag

, , , , ,

Lesung Jumengglung – Sung Pisungsung

1. lingsir wengi - lesung jumaga

lingsir wengi – lesung jumaga

Lingsir wengi, jarum jam  baru menunjukkan pk 03 am….Setelah yakin bahwa sosok berbaju putih yang sendirian dalam diam mengamati lesung di teras GKJW Mojowarno itu titah sebangsanya, seorang petugas menyapa ramah dan menyilakan kalau mau masuk ruang ibadah. Melalui pintu butulan (samping) terasa ruang besar nan senyap, altar putih berbalut kain pola kawung, aroma rajangan pandan wangi berpadu melati dalam reroncen riyaya undhuh-undhuh (hari raya panen). Lesung  berdampingan dengan gamelan siyaga mengiringi ibadah pagi nanti.

2. ndhungkap raina-lesung sumadya

ndhungkap raina-lesung sumadya

Ndungkap raina, menjelang terang tanah pk 04.30 am kali ini bersama para sahabat, kembali mengelus lesung ….hamba sumadya…jendela mulai dibuka bahkan beberapa niyaga (pemain gamelan) untuk ibadah pk 07.30 mulai berdatangan.

3. Pletheking surya-taruna- lesung jumengglung

Pletheking surya-taruna- lesung jumengglung

Teriring pletheking surya (matahari terbit) para taruna bersiap bermusik lesung, kothekan lesung di hadapan peserta ibadah yang bergelombang hadir sebagai pertanda iring-iringan peserta dari berbagai blok GKJW Mojowarno segera hadir. Taruna berbusana batik modifikasi memainkan harmoni sesekali dipandu oleh ibu sepuh pelatihnya, grup ini menjadi juara 2 pada lomba kothekan.

4. Wanodya yu - kotekan lesung

Wanodya yu – kotekan lesung

Pk 06.43 am …. Saatnya generasi menengah para wanodya yu dari blok Mojowangi berbusana khas kain jarik bawah lutut, kebaya sesiku dan bercaping selaku simbol busana kerja  dengan sigap gandhes luwes menggantikan para teruna.

5. Budhe-budhe lesung jumenggung

Pk 07.10 am….generasi sepuh berkebaya lurik mengambil alih kothekan lesung alias lesung jumengglung, nuansa perbawa, keluguan rasa syukur memancar melalui alunan tek..dung..tek. Entah apanya yang mengingatkan saya pada teater Sahita dari Solo.

Riyaya Undhuh-undhuh,  Lebar Panen

Riyaya Undhuh-undhuh, Lebar Panen

Pk 07.30 am ….. saatnya ibadah dimulai, jemaat berdiri menyanyi lagu “Lebar Panene” diiringi musik lesung berkolaborasi dengan gamelan. Sementara prosesi pendeta diiringi perwakilan sung pisungsung dari perwakilan masyarakat, elemen PemDa setempat, memasuki ruangan. Gaung syukur dikumandangkan…

Lebar Panene

Sampun lebar panene, lalala…lalala…

Sampun minggah pantune, lalala…lalala…

Tabrine tiyang tani pinaringan berkah

Samangke sampun mukti lan ayeming manah

lalala…lalala… lalala…lalala…

[Terjemahan bebas]

Usai Panen

Panen tlah usai lalala…lalala…

Padi telah dinaikkan (ke lumbung) lalala…lalala…

Sawah petani diberkati

Kini telah makmur dan hati sejahtera lalala…lalala…

Musik lesung dalam Ibadah Syukur

Bagi masyarakat agraris lesung dan alu sangat dekat dengan kegembiraan panen padi. Lesung berupa kayu wutuh yang dilubangi memanjang menjadi sarana nutu atau merontokkan padi menjadi gabah dengan bantuan alu atau antan. Disamping lesung biasanya terdapat lumpang dengan cekungan lebih sempit dari lesung untuk nyosoh beras (selep). Peralatan yang kini sangat jarang digunakan dan digantikan dengan mesin perontok padi, pemecah gabah maupun selep beras. Saat lesung bermusik merupakan penanda cukupnya hasil panen bagi warga, simbul kemakmuran masyarakat.

Pasangan lesung dan alu juga digunakan sebagai simbol kesatuan pria wanita (lingga dan yoni), saling mengisi bekerja sama mengupayakan kesejahteraan keluarga baik artian sempit maupun luas.

Masa kecil kami, kothekan lesung di malam hari berkaitan dengan gerhana bulan. Mendengar nada kothekan membuat sang buto (raksasa) gusar dan memuntahkan kembali bulan yang ditelannya. Riuhnya kothekan lesung saat lingsir wengi mengguncang tatanan alam, membangunkan sang ayam jantan dari lelap …kukuruyuk….jago kluruk (ayam jantan berkokok) sebelum waktu ndungkap raina dan menggagalkan misi yang menabrak tatanan sosial dalam kisah Sangkuriang maupun Bandung Bandawasa.

Singkatnya, musik lesung sangat dekat dengan kehidupan nyata manusia. Pengetahuan lokal yang terjalin dalam kearifan lokal untuk harmonisasi tatanan alam maupun sosial. Mengusung musik lesung dalam ibadah syukur menjadi media pewartaan pemeliharaan Tuhan pada kehidupan umat-Nya yang direspon melalui ungkapan syukur gya sung pisungsung menghaturkan persembahan melalui kehidupan nyata. Mendaratkan tema “Berbahagialah yang Melanjutkan Kebaikan Tuhan” melalui musik lesung…..

Iklan