Tag

,

Nasi Flambe Bojonegoro

Nasi Flambe-Dumi Express

1-nasi-flambe-bojonegoro

nasi-flambe-bojonegoro

Saat blusukan saatnya mencicip makanan khas suatu daerah. Maksiso (makan siang agak kesorean) ini Mas Ragil sedikit berputar, sesekali berhenti mencocokkan GPS ooh diajaknya kami ke Nasi Flambe salah satu andalan kuliner Bojonegoro. Mari ketik kuliner Bojonegoro, akan muncul Nasi Flambe-Dumi Express di Jl Rajawali.

2-nasi-flambe-dumi-express-dan-chef-jeffry

nasi-flambe-dumi-express-dan-keluarga chef jeffry

Seperti apakah tampilan nasi Flambe…Nasi putih dengan lauk dadar, suwiran ayam, udang goreng tepung, lalapan. Sepintas mirip nasi rames, ooh pembeda utamanya adalah sambal flambé. Kami menyantapnya diiringi jus tape ketan item yang leker loh. Merunut kosakata flambé berasal dari gaya memasak Prancis yang melibatkan api besar yang oleh sang cheff dimodifikasi dengan minyak panas serasa di bakar. Menurut Ny Jeffry, semula sajian bersifat personal yang kemudian dibuat masal artinya sambal flambé dibuat dalam banyak porsi sehingga pembeli mendapat pelayanan yang cepat. Paduan udang goreng sambalnya sedikit ada kemiripan dengan bu Rudy Surabaya, menurut lidah saya loh.Untuk harga sangat terjangkau yaitu 12K, menu andalan lainnya bebek gempur dan soto ningrat yang tidak sempat kami coba, menyisihkan ruang untuk makanan lain lagi.

Keluarga muda sang chef sangat ramah, kedua jagoan beliau terbiasa berhadapan dengan pencicip nasi flambé. Saat kami ngobrol dilengkapi dengan kesediaan sang cheff Jeffry sekeluarga berfoto bersama kami. Selamat dan sukses yah chef Jeffry meramaikan kuliner Bojonegoro.

Nasi Pecel Bu Ninik

4-nasi-pecel-ds-pacul-bojonegoro

nasi-pecel-ds-pacul-bojonegoro

3-nasi-pecel-belut-bojonegoro

nasi-pecel-belut-bojonegoro

Paginya kami maksasi (makan sarapan kesiangan) di Nasi pecel ibu Hj Ninik, Jl HOS Cokroaminoto ds Pacul. Lokasinya sejalan dengan tujuan kami ke wisata Kayangan Api. Tempat ini juga menjadi jujugan penggemar jajanan blusukan, mas Ragil melacaknya dari postingan para blogger. Kami menjajal nasi pecel dengan lauk belut goreng. Senada dengan pecel Jawa Timuran, sambal kacangnya cukup pedas bagi lidah saya.

Selain nasi flambe dan nasi pecel Ds Pacul masih banyak kuliner andalan Bojonegoro termasuk oleh-oleh khasnya ledre pisang. Bahkan woh roning pisang (buah dan daun pisang) pun terangkum dalam motif batik khas Jonegoroan yang disajikan dalam postingan Bojonegoro dalam selembar batik. [Postingan pesanan Mas Ragil-promo Bojonegoro]