Tag

,

Taman Peristirahatan

EKB

Taman peristirahatan dari tepi jalan Siliwangi

Melewati jalan Siliwangi Semarang yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kota Kendal, tergoda dengan Ereveld Kalibanteng, sebuah taman pemakaman kehormatan yang dikelola oleh yayasan De OorlogsGravenStichting (OGS) atau Yayasan Makam Kehormatan Belanda yang bernaung pada Kedutaan Besar Belanda. Berada di tepian jalur utama yang hiruk pikuk, taman ini beraura tenang teduh, jajaran pohon beringin tua menjadi filter/penyaring kebisingan dan debu, lapis berikutnya adalah kelokan perairan menjadikan taman pemakaman seolah pulau mengapung berbentuk segitiga. Pada bagian tengah terdapat jalan utama berkoral putih bersih menuju puncak ujung segitiga yang dipagari oleh deretan cemara dan tanaman hias cantik. Nun di kejauhan nampak kursi taman di bawah pohon rindang menghadap hamparan rumput hijau yang terlihat seperti beledu mengalasi barisan nisan putih sederhana yang tertata rapi ke segala arah.

Dorongan tak terelakkan membuat jemari menyentuh bel di dekat gerbang yang hanya dalam hitungan detik direspon oleh petugas berlari kecil, berwajah ramah dan tangan merentang membuka pintu. Gelagapan mengucap salam perkenalan untuk mohon ijin masuk, “mari ibu, silakan tunggu sejenak saya akan menyampaikan pada pimpinan” dengan takzim beliau mengetuk pintu rumah teduh menunggu pimpinan dan menyampaikan keinginan. Dengan tersenyum pimpinanpun menyapa kami, “hendak mengunjungi siapa ibu, bisa kami bantu?” dan dengan terus terang kami mengatakan kami sungguh tertarik dengan suasana pertamanan  di ereveld ini tanpa spesifik mengunjungi makam pribadi.

Melewati sepanjang tepian kanal di bagian separo alas segitiga kami menuju jalan utama berkoral putih. Sepanjang perjalanan berjumpa dengan petugas taman yang memangkas ranting kering, mencabut rumput liar, dari beliau kami mendapat informasi ada belasan pekerja taman yang merawat kebersihan dan keindahan taman selain beberapa petugas jaga malam. Diiringi gerimis kecil, kami sampai pada bagian tengah makam, The monument of de Onbekende Vrouw 1942-1945 dan Monument for the all victims of war yang menjadi as atau pusat dari lansekap taman pemakaman segitiga. Melanjut ke arah ujung segitiga melewati semacam boulevard berpagar tiang penyangga tanaman hias, menurut petugas kami akan menjumpai patung bangkong dan bunda, ooh… yang dimaksud adalah The monument of Jongenskampen (patung perjaka kecil berbadan kurus kering) dan The monument of Hun Geest Heeft overwonnen menempati semacam teater melingkar dengan pergola tanaman berbunga biru indah. Sampailah kami ke ujung puncak segitiga kembali berhadapan dengan telaga penyejuk pulau taman segitiga ini.

EKB 5Tanpa berbekal pemahaman sejarah, kami emak kebun memandang Ereveld Kalibanteng ini sebagai taman peristirahatan, titah yang dicipta dari tanah, kembali ke tanah, dibaringkan pada posisi sama rata, berdampingan antara suku bangsa dan kepercayaan, menjadi bagian dari taman yang dirancang secara ekologis tropis. Sewaktu pamit kami mendapat penjelasan sejarah dan brosur, namun keterbatasan pemahaman, kembali masalah sejarah tidak tercakup dalam postingan ini. Penelusuran lanjut ternyata ereveld Kalibanteng ini adalah salah satu dari 7 ereveld di Indonesia yang secara tuntas telah dikunjungi oleh mbak Olive juga mbak Santhi yang memaparkan secara lengkap, may they rest in peace di taman peristirahatan hingga hariNya kelak.