Tag

, ,

Mengemas Hobi Menjadi Bisnis: Budidaya Anggrek

Peserta pelatihan-foto dari Pak Adi Sumartana sayang agak blur..

Tertarik dengan kegiatan teman-teman dari Pengembangan Ekonomi Jemaat (PEJ) yang mengadakan pelatihan mengemas hobi menjadi bisnis dan kali ini tentang budidaya anggrek. Cukup banyak pelaku bisnis anggrek di Kota Salatiga, aktivitas PAI (persatuan anggrek Indonesia) cabang Salatiga juga cukup tinggi. Diantara pelaku bisnis anggrek adalah Pak Lila Natasaputra dengan green leaf orchid-nya, ibu Eksi dan mas Dhika dengan Green Sun, Pak Adi Sumartana, Pak Roby dll.

Hadir dalam kegiatan ini Pak Lila dan Pak Adi. Masing-masing menekuni hobi dan mengemasnya menjadi bisnis. Beliau juga menjelaskan kegiatan ini bisa ditekuni oleh siapa saja dan dimulai dengan skala usaha seberapapun. Pak Lila mencontohkan seorang ibu kenalan beliau yang hobi memelihara anggrek dan rajin berbunga. Awalnya cukup banyak yang datang minta barang setangkai dua tangkai lalu nempil alias membeli dalam jumlah terbatas. Aha peluang bisnis yang ditangkap dengan baik jadilah bisnis bunga potong.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PEJ dan perwakilan dari wilayah, sekitar 20 peserta dengan antusias mendengarkan dan merespon penjelasan pakar anggrek.

Antusiasme peserta pelatihan budidaya anggrek

Yook belajar budidaya anggrek. Selama ini kita mengenal anggrek sebagai tanaman hias, ternyata di beberapa tempat menjadi materi tenun, untuk obat bahkan makanan. Begitupun bagian tanaman yang kita kagumi umumnya adalah mahkota bunganya, terdapat pula jenis anggrek yang nilai estetika keindahannya pada bagian daun.

Memilih media tanam

Berdasarkan cara hidupnya, anggrek dipilah menjadi 4 kelompok, diantaranya efifit atau yang dikenal dengan anggrek gantung dan terestrial atau anggrek tanah. Pengenalan cara hidup ini akan menentukan pilihan media tanamnya.

Persyaratan utama media tanam anggrek menurut Pak Lila adalah porus mudah menyediakan udara, tahan lama atau tidak mudah rusak, pHnya stabil yang dicirikan oleh tidak mudahnya lumut berkembang dan terakhir tidak beracun. Setiap bahan yang memenuhi empat persyaratan tersebut dapat digunakan sebagai media. Semisal arang kayu, cacahan pakis, sabut yang sudah dihilangkan taninnya.

Potongan gabus sterofoam memenuhi syarat tersebut kecuali mudah berlumut bila terkena cahaya. Apabila menggunakan potongan gabus dapat disiasati dengan cara dimasukkan dalam pot kemudian ditutup materi lain. Materi ini berupa limbah kemasan yang biasanya dibuang.

Ciri dari anggrek efifit adalah ujung akarnya berklorofil sehingga memerlukan cahaya. Itulah sebabnya beberapa penangkar anggrek menggunakan pot plastik tembus cahaya.

Membiakkan anggrek secara vegetatif

Berdasarkan cara tumbuhnya, anggrek dikenal menjadi monopodial atau tumbuh searah dan sympodial atau tumbuh dua arah ke atas dan ke samping. Sebagai contoh anggrek kalajengking adalah anggrek monopodial. Pengenalan cara tumbuh ini menentukan cara pembiakan vegetatifnya.

Untuk anggrek monopodial, dapat dibiakkan dengan cara memotongnya dari ujung paling muda dengan 3 akar samping, hingga potongan terakhir. Tidak ada patokan pastinya seandainya kurang dari 3 akar aktif juga dapat tumbuh.

Sedangkan untuk anggrek sympodial dengan cara memecah rumpun. Dari pot yang rimbun anakan dibongkar, dibersihkan akar-akar mati/tua. Kemudian dari tunas termuda bisa dibelah masing-masing 2-3 anakan sehingga dari 1 pot didapat beberapa pot tangkaran.

Membiakkan anggrek sympodial

Anakan yang sudah dipisah dibalut media dan ditanam ulang dalam pot. Menganalogikan penanaman bibit tanaman lain, hampir semua kami memasukkan anakan hampir ke dasar pot dan menimbunnya dengan media. Ooh ternyata keliru, Pak Lila mengatakan bagian tunas dan calon tunas baru ditata agak ke atas agar pertumbuhannya tidak terhalang.

Pemupukan

Pak Lila menjelaskan perlunya pemupukan dan kebutuhan nutrisi yang berbeda antar tipe dan jenis anggrek. Yuup kami pemula sepakat nanti saja langsung konsultasi lagi bagaimana cara memupuknya, yang penting mencoba dulu sebagai langkah awal.

Peserta dan hasil karyanya

Acara berakhir dengan masing-masing peserta membawa pulang hasil praktik. 1 pot berisi rumpun mini 3 tunas anggrek. Yook dipelihara dan pertemuan berikutnya akan belajar membiakkan anggrek dari botol hasil kultur jaringan.

Catatan:

melihat dari pola tumbuhnya baik anggrek monopodial maupun sympodial bila dipelihara optimal mestinya tidak akan mati. Bisa dipotong ataupun dibelah rumpun untuk menangkarkan agar tetap sehat subur. Yang sering terjadi adalah penurunan performa dari saat pembelian dengan tingkat pemeliharaan yang tinggi di penangkar dan turun performa di tangan pemelihara.

Inilah alasan tukang kebun abal-abal suka dengan anggrek tidak harus sering repot alias bongkar pot, repot yang bikin repot. Kata kuncinya adalah pemeliharaan stamina, penguatan usai berbunga hingga kondisi siap genjot pupuk untuk berbunga lagi. Lah saya pribadi suka malas dan lalai memupuknya.

Hasil biakan ala tukang kebun yang sudah merimbun siap berbunga

Cara paling gampang adalah kembali ke penangkar untuk mendapatkan tanaman yang siap berbunga lagi, beberapa kuntum sudah mulai mekar dan panjang yang masih kuncup sehingga awet lama. Bukankan penggemar model begini menjadi sasaran pangsa pasar bagi para sahabat yang merintis bisnis anggrek?

Hari gini…mari pasang foto-foto koleksi yang siap dipasarkan di medsos. Para penggemar akan segera saling kontak, nah pemilik tanaman siap antar dan transaksi terjadi.

Anggrek bulan banyak kuntum siraman tukang kebun

Sebagai penutup ini tampilan anggrek bulan Phalaenopsis dengan cabang dan kuntum banyak dan berukuran sedang yang diangkut dari kebun Pak Lila. Siap mengemas hobi menjadi bisnis?

[postingan pendukung kegiatan para sahabat, mari kembangkan hobi]