Tag

, , , ,

Nyanyian Duka Amaryllis

Amaryllis

Nyanyian Duka Amaryllis

Bulan Nopember selalu menghadirkan keceriaan yang khas…..Selain guguran emas Angsana, meronanya kuning Tabebuya serta semaraknya merah Flamboyan di ketinggian pohon, barisan bunga Desember maupun Amaryllis tetiba meruah dari bumi menghadirkan keelokan di permukaan tanah.
Seperti pagi ini (28 Nop 2015) saya mendapat kiriman foto memukau dari sahabat (nampaknya juga dari kiriman yang menyebar), hamparan Amaryllis memekar penuh salem-oranye cerah. Diberkatilah penggagasnya, menanam bunga brambangan (nama lokal) serempak dalam hamparan. Bila Belanda memiliki hamparan tulip di awal musim semi, Jepang memiliki hamparan pink moss Phlox (Shibazakura) pun begonia ceria membola di suatu masa, nun di kecamatan Pathuk, Kab Gunung Kidul (saya tidak sampai hati menulis lokasi tepatnya) menebar keelokan brambangan dalam hamparan di awal penghujan.
Daya sebar melalui media sosial sungguh luar biasa, tertulis ancer-ancer lokasi, jam keelokan mekar puncaknya disertai permohonan PERHATIAN untuk berhati-hati agar keindahan yang tidak lama ini [hingga awal Desember] bisa dinikmati pengunjung yang lain. Batin saya menyela, aduh sayang belum bisa berkunjung hari ini, aduuuh jangan sampai sosok rapuh Amaryllis terluka oleh pengunjung yang bakalan membludag. Sementara batin yang lain melerai, jangan khawatir berlebihan setiap pengunjung akan berbekal kekaguman dan mengalasi tindakan dengan kehati-hatian.
Dan sore ini…kembali media sosial menebar berita dan gambar betapa euphoria melanda taman Amaryllis. Terlihat berduyun masa tak hanya mengagumimu namun merangsek ke bedenganmu, menyentuh kerapuhan batangmu, beberapa malah memetikmu dari tangkaimu. Aneka gaya, ekspresi gembira, menunduk memetik gadget saling berbagi berita, tak sadar menduduki rumpunmu, mematahkan batangmu dan tampilan kemudian terlihat hamparan masai. Ada tampilan before and after dari hamparan cantik menjadi masai. Hanya dalam hitungan jam……. Terasa nyanyian dukamu, Amaryllis alias brambangan yang benar-benar mbrambangi (beruarai air mata) betapa nelangsanya penggagas taman yang memelihara rumpun Amaryllis. [kembali saya juga tidak ingin berbagi gambar masaimu]
Istirahatlah dalam damai sahabat, umbi kehidupanmu akan bertahan dalam dekapan bumi, menyembulkan kembali keindahan pada masanya, seraya mengajarkan kepada kami betapa singkat keindahan, betapa nestapa keelokan yang tersia-siakan. Salam hangat kami dari sahabatmu Amaryllis sewarna di seputar Salatiga, 28 Nop 2015 [catatan pengingat diri]