Tag

, , , , ,

Hi Kids…Berkebun Yuuk…

Penggunaan barang bekas dan efisiensi lahan

Kembali kebun menggelar acara bagi kanak-kanak. Merespon permohonan Sekolah Minggu di Salatiga yang mengajukan kunjungan belajar, sahabat kebun penanggungjawab acara edu tani ini melabel dengan tema Kids on the Farm. Bagian dari pembelajaran berpengalaman setiap peserta didik diajak serta melakukan kegiatan dengan pendampingan, menumbuhkan kecintaan bercengkerama dengan alam, juga edukasi bahwa setiap makluk hidup saling membutuhkan perhatian perawatan.

Menikmati keceriaan, antusiasme mereka selama pembelajaran, kesan yang mereka bawa pulang, sungguh terobati semua jerih lelah panitia penyelenggara. Merakit acara gardening for kids, berkebun untuk kanak-kanak memerlukan perencanaan yang cermat. Sebagai apresiasi atas kerja keras para sahabat dan teruna kebun selaku mentor kanak-kanak, saya mencoba merangkum beberapa tips gardening for kids, kunci keberhasilan acara ini.

  1. Fun. Setiap pembelajaran lebih mudah diterima apabila dikemas dengan fun. Kegiatan diselenggarakan di ruang  non rutin, lesehan di pendapa terbuka di hamparan kebun pinggang Merbabu yang sejuk. Setiap tahap kegiatan berkebun dilaksanakan dengan fun. Warna-warni ceria dihadirkan sesuai dengan perkembangan usia kanak-kanak.
  2. Kid-based, berbasis kanak-kanak. Disajikan dengan pemahaman dan ketrampilan kanak-kanak. Pekerjaan yang relatif sulit sudah dipersiapkan semisal pembuatan media tanam, wadah penanaman.
  3. Menanam tanaman yang dapat dimakan dan tumbuh cepat. Dalam kegiatan ini dipilih bibit tanaman sledri, sawi serta selada, yang kerap disajikan dalam menu harian dan cepat tumbuh
  4. Bermain kotor kan boleh. Meski sudah dirancang dengan botol bekar air mineral dan media pecahan genting, tetap ada nuansa kotor. Beberapa kanak-kanak menoleh meminta izin ayah bundanya saat mencoba mengisi media ataupun belajar menanam. Bersyukur orang tua mendukung dengan kode anggukan kepala ataupun acungan jempol.
  5. Disesuaikan dengan kondisi lokal. Karena Salatiga daerah dengan areal pertanian terbatas, materi berkebun yang diberikan semi hidroponik dan bercocok tanam vertical yang dapat digantung dipagar rumah.
  6. Mempergunakan materi yang aman. Peralatan maupun bahan yang dipergunakan dirancang aman baik secara fisik maupun kimia.
  7. Pendampingan. Tim kebun menyediakan cukup banyak pendamping/mentor, selain pendampingan individu, mentor menstimulir kerjasama antar peserta.
  8. Menyisipkan kedisiplinan dan pembelajaran kehidupan. Saat kanak-kanak konvoi ke lahan gandum dan rumpun gandum sedang memasuki tahap pembungaan yang rentan terhadap goncangan, kanak-kanak dengan patuh berbaris di tepian hamparan saat mendengarkan penjelasan. Ada selipan mengingat materi sekolah minggu tentang ilalang di ladang gandum?…inilah penampilannya, ceria di ladang gandum
  9. Reuse (Pemanfaatan barang bekas). Melihat wadah penanaman yang digunakan tersemat di benak kanak-kanak bahwa barang bekaspun dapat dimanfaatkan.
  10. Project – Pesan merawat tanaman. Setiap tanaman hasil karya dibawa pulang dengan pesan merawat agar tanaman tumbuh subur.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hi Kids…berkebun lagi yuuk….

Serial Edu tani, belajar di kebun

Ceria di ladang gandum
Bermain kotor kan boleh
Menjadi tua dan bahagia
Hi Kids…berkebun yuuk