Pesona ‘seket-an’

Seket adalah bahasa Jawa dari bilangan 50 atau lima puluh. Seket juga disebut panca dasa (panca=5 dasa=10). Seket mengait berbagai makna.

1. Usia 50 tahun bagi beberapa orang diperingati dengan berbagai cara yang lebih meriah, merujuk pada tahun kemenangan. Kemenangan dalam karya dan dharma.

2. Peringatan pernikahan ke 50 disebut dengan pesta kawin emas, menunjukkan karakter emas yang tahan uji, kalis ing sambekala, menang atas pelbagai ujian kehidupan berumah tangga.

3.  Angka 50 juga disenangi toko swalayan untuk menuliskan harga. Barang seharga Rp 4 950,- lebih menarik dibanding ditulis harga Rp 5 000,-.  Akhir bulan menemukan selembar uang 50 ribu di kantongan tas, wuih senangnya alamat mampu bertahan dengan menu akhir bulan.

4. Barang lama, pendapat lama yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan jaman juga sering disebut sebagai sudah ‘seket tahun dal‘ entah apa artinya yang serasa sudah uzur tidak up to date gitu lho.

5. Menurut blog stat postingan ini merupakan postingan yang ke-50 alias seket. Tulisan tersebut tidak tercapai dalam 50 hari meski juga tidak memerlukan waktu 150 hari, dan blog teman yang disapapun belum mencapai angka 50.

Baru 50 saja dibahas ya.  Lha kalau setengah jeti seperti postingan pakar blog dan idola para sahabat yang beridentitas Mr T pastinya peristiwa akbar. Menurut pendapat saya untuk mencapai setengah jeti pastinya mengumpulkan seket demi seket, perlu 10 000 seketan, atau 50 x 50 x 50 x4. Perlu waktu eket-an hari meski tidak perlu seket bulan karena yang empunya blog memiliki semangat dan daya tulis lebih dari seket pk. Dan meski cuma kurang seket belum bisa disebut setengah jeti kalau tidak pas.

Nah postingan harus diakhiri sebelum melebihi 250 sukukata.