Tag

,

Simpang Siur di Simpang Dewa Ruci

Simpang Dewa Ruci

Simpang Dewa Ruci

Bila Semarang memiliki Simpang Lima, Kudus dengan Simpang Tujuh dan Kediri dengan Simpang Lima Gumul (SLG), saat keluar bandara Ngurah Rai ke arah Utara akan melewati persimpangan dengan patung Dewa Ruci yang akrab disebut Simpang Dewa Ruci. Simpang ini merupakan titik temu arus lalu lintas yang sangat padat dari berbagai arah tujuan wisata ke arah Sanur, Kuta maupun ke arah lain. Simpang siur aneka kendaraan sehingga disebut pula areal simpang siur.

Merespon padat dan macetnya lalu lintas di simpang tersebut sekarang sedang dikebut penyelesaian jalan bawah tanah (under pass) di bawah patung Dewa Ruci. Rancangan yang diadaptasi dari rancangan jalan layang yang batal dilaksanakan karena tidak memenuhi kaidah pembangunan khas Bali yang memiliki aturan ketinggian bangunan tidak boleh melebihi ketinggian pura (maks 15 m). Pengaturan melalui awig-awig yang mendasari pengelolaan sumberdaya alam setempat berdasarkan kaidah religi, budaya dan ekologis.

Dewa Ruci dan simpang siur
Kisah Dewa Ruci berkenaan dengan perjalanan Arya Wrekudara/Bima/Sena salah satu anggota Pandawa menggapai kesempurnaan hidup. Mengikuti anjuran sang guru (Guru Durna), Bimapun memulai perjalanan perjuangan penuh simpang siur ke hutan rimba, mendaki gunung, menuruni kegelapan gua, bertempur melawan raksasa hingga ke dasar samudra dan bertemu dengan Dewa Ruci untuk mendapatkan Tirtaamerta atau Tirta Prawitasari.

Kesimpangsiuran informasi yang menyebabkan berbagai keruwetan, kesalahpahaman, menanamkan akar kepahitan yang dirancang secara cerdik licik oleh konspirasi penguasa, didukung cerdik cendekia (Guru Durna) maupun birokrat (Patih Sengkuni). Seperti layaknya kisah sang hero pasti menang, lakon menang belakangan, berkat Dewa Ruci sang Bima mencapai kamukten jati.

Kesulitan mencerna alur kompleks dari berbagai sumber dan kedalaman filosofisnya manunggaling kawula lan Gusti, mencoba menarik makna sederhana Dewa Ruci sebagai tuntunan Illahi melalui kejernihan kata hati nurani sehingga mampu mengurai kesimpangsiuran penyebab prahara jiwa. Sebuah permenungan sederhana saat terjebak dalam macet di simpang siur simpang Dewa Ruci.

Simpang siur di simpang Dewa Ruci

Simpang siur di simpang Dewa Ruci