Tag

,

Rubuha Kak Owl

Rumah burung hantu di hamparan sawah tepian Rawa Pening

Rumah burung hantu di hamparan sawah tepian Rawa Pening

Sebutan owl disematkan bagi Mas Ragil yang meramu tugas akhirnya tentang komunitas pengguna burung hantu (Tyto alba) di Desa Tlogoweru, Demak yang sebagian diceritakan pada postingan antara owl dan eagle. Pendayagunaan burung hantu ini dengan memfasilitasi pembangunan rubuha (rumah burung hantu) di tengah sawah, burung hantu akan bertahan hidup dengan memangsa tikus musuh petani padi. Penerapan rantai pangan alami untuk strategi pengelolaan tanaman terpadu dengan musuh alaminya.

[Sementara kakak-kakak burung belajar tinggalkan sarang, kaki si bungsupun berlatih kuat mencengkeram, sayapnya mulai ringan berkembang pun paruhnya mulai belajar tangkas mematuk, siap belajar terbang sesekala. Rintang kecil rentang dekat dengan riang mulai dicoba Student Encounter dengan University of KinDAI Himeji Hyogo, berceloteh bersama kawanan Beswan berdaun runcing, belajar mendengar kicauan di ajang ASEAN conference students in building integrity. Berlatih dan bergembira begitu semboyannya menikmati masa bermain anak burung] demikian nukilan dari postingan Ketika Anak Burung Belajar Hinggap di Dahan.

Nah untuk owl taruna perlu selalu berlatih mengasah ketajaman kuku agar mencengkeram kuat, ketajaman paruh agar mampu mematuk pun kekuatan sayap agar mampu terbang tinggi memantau persawahan. Aneka gemblengan dilaluinya untuk bersiap menjalankan peran. Ajang burung berprestasi dijajalnya meski mentok di tingkat RW, memetik pesan setiap susuh padhepokan berupaya mempersiapkan dutanya semaksimal mungkin. Mengembangkan sayap bersama kawanan East Asia Student Encounter (EASE) menikmati perpaduan teknologi dan budaya di Kwansei Gakuin University, berceloteh riuh tentang pengalaman menikmati mie musim panas dari aliran bambu di kemah musim panas dan tercengang dengan kecanggihan shinkansen yang membawanya ke Tokyo. Induk….owl masuk kompas begitu pekik pelannya saat kepyakan purna wiyata di padhepokan.

Melipat rubuha yang selama ini terasa nyaman, owl muda harus melanglang lagi berjuang menempatkan diri di lapangan pekerjaan, menjalani tes demi wawancara, memintal saat semplah dengan semangat. Mengandalkan tangan Tuhan yang tak pernah berhenti bekerja, diutusnya tangan demi tangan semesta untuk menatang owl muda agar tidak terjerembab. Bila kini si owl teruna siap menancapkan rubuha di gladhi sebagai MT di persawahan bakmi, selamat belajar dan berjuang kak owl, tegakkan rubuhamu agar menopang karya baktimu. Peganglah sesanti leluhur ini ya ngger

Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkara