Pesona PKK (Pontianak Kota  Khatulistiwa)

Mengunjungi kota lain selalu membangkitkan pesona kekaguman bagiku, postingan ini tentang semalam di Pontianak. Penerbangan Batavia dari Yogyakarta mulus mendarat di bandara Supadio, menunggu sejenak Lion yang membawa mbarep cuti dari Jakarta, yuup liburan dimulai. Dijemput teman yang alumni ‘Kebun Pembibitan’ meluncur ke hotel Gajahmada yang kureservasi via tilp dari sal3. Letak hotel sangat strategis dekat pelbagai tujuan dolan dan aneka tempat makan.

Gajahmada

Hotel Gajahmada

Setelah check-in, menikmati makan siang di RM Borneo dengan spesialisasi sea food dan chinese food. Menu yang dipesan termasuk mencoba sayuran khas yaitu pucuk daun pakis dimasak dengan ebi + bawang merah (hmm enak dan tentunya daerah lainpun memiliki sayuran yang khas juga dengan mendayagunakan sumber setempat). Berbagai makanan lezat tambah nikmat dimakan bersama sahabat. bergabung bersama kami 2 teman alumni lagi, jadilah ber5  ramai mengobrol mengurai kenangan lama-bertukar khabar. Perut kenyang, hati girang bersua sahabat dilanjutkan dengan menikmati keramaian kota Ponti dan sekantong langsat Punggur di Jalan Jend Urip.

lezatnya daun pakis

lezatnya pucuk pakis

Pukul 16an setelah istirahat sejenak dan menunggu teriknya mentari di Pontianak berkurang, kami menuju ke Tugu Khatulistiwa untuk mengesahkan kunjungan ini. Wow masih mendapat bonus begitu keluar hotel, taksi terhadang pawai kebudayaan dalam rangka HUT Pontianak. Tema yang diusung adalah pawai hantaran pernikahan, menarik sekali peserta pawai dari berbagai kelurahan di Kota Pontianak. Umbul-umbul serta cara berbusana peserta pawai pria banyak kemiripan dengan budaya Betawi dan memang semua diikat dalam akar budaya Melayu, kebelbagaian daerah memperkaya ragam variasi budaya. Melintasi jembatan Kapuas 1 serta jembatan Sungai Bawang yang bermahkotakan burung Enggang si Maskot Kalbar kami menyusuri jalan Khatulistiwa dan sampailah di Tugu Khatulistiwa dengan aura sore hari. Menjelang senja kami menelusuri jalan Tanjung Pura pusat keramaian yang lama menuju bagian kota lama, daerah pelabuhan dan kembali ke hotel, dengan tarif taksi hotel Rp 150 ribu selama sekitar 2 jam, impian menikmati Tugu Khatulistiwa sebagai penanda negara jamrud khatulistiwa terpenuhi.

Pawai Budaya Ultah Kota Pontianak

Pawai Budaya Ultah Kota Pontianak

Maskot Kalbar bertengger di atap jembatan

Maskot Kalbar bertengger di atap jembatan

Tugu Khatulistiwa di Pontianak

Tugu Khatulistiwa di Pontianak

Sisi Kapuas yang berdampingan dengan Tugu Khatulistiwa

Sisi Kapuas yang berdampingan dengan Tugu Khatulistiwa

Pukul 19an dijemput teman tuk menikmati makan malam di Pondok Nelayan masih juga di Jln Gajah Mada. Kaget dengan banyaknya pesanan makanan tuk ber3, eh ternyata habis juga disantap padahal beberapa porsi dobel. Prinsipnya nasi sedikit saja banyakin lauknya, sambil ngobroool terus, minumnya teh tawar biar kelezatan asli makanannya tetap. Salut sekali tuk teman yang bergerak di bidang agrokimia ini yang masih tetap membuat berbagai penelitian2 untuk inovasi produk baru.

ikan jelawat

Terpikat ikan jelawat

Sekitar pk 21an kami kembali ke hotel, sayang sekali bila melewatkan pemandangan Jl Gajahmada di malam hari, kami memperpanjang dengan beberapa saat jalan kaki. Suasana ramai dengan model coffee street banyak sekali kedai kopi digelar, mirip dengan suasana Malioboro Yogyakarta namun tanpa gelar tikar, pengunjung duduk di kursi dengan menu utama kopi dan pisang goreng (pisang kepok Pontianak enak lho). Sayang camdig sederhana tak mampu rekam suasana tersebut. Istirahat tuk pulihkan energi ah.

Tanaman penghias meja makan

Tanaman penghias meja makan

Mengawali hari baru dengan mengisi energi, pilihanku sarapan menu standar bubur ayam, sup lobak yang ternyata enak, buah dan aneka kue serta jus (apa sirup ya?) sedang mbarep seperti biasa lebih bervariasi sesuai dengan kapasitas perutnya. Hotel ini melaksanakan efisiensi secara cerdas dengan memasang tanaman penghias bukan bunga potong di meja makan (sudut pandang tukang kebun). Pilihan acara pagi antara putar-putar kota, ke pasar aneka suvenir atau jalan2 di sekitar hotel, pilihan si mbarep yang terakhir saja ma. pelbagai pusat oleh-oleh ada di sekitar hotel.

Pusat Oleh-oleh

Pusat Oleh-oleh

dodol durian Pontianak

dodol durian Pontianak

aneka oleh-oleh penganan khas Pontianak

aneka oleh-oleh penganan khas Pontianak

Berakhir sudah liburan sehari di Pontianak, pukul 11an ku tilpun taksi tuk menjemput melanjutkan perjalanan. Beberapa tempat menarik dalam kunjungan beberapa waktu yang berbeda adalah rumah adat Kalbar berupa rumah panjang yang disekat-sekat dengan banyak keluarga penghuni yang pada perkembangannya diadopsi dengan suasana rumah kopel, asrama dll. Juga wisata belanja kerajinan budaya setempat di Pusat suvenir Pontianak (PSP). jalan-jalan tak lengkap tanpa mencoba aneka makanan, budaya maupun belanja (itu semboyan para ibu). Demikian rangkuman pesona PKK (Pontianak Kota Khatulistiwa), terimakasih 3 sahabat Pontianak yang menyemarakkan kunjungan kami.

kerajinan tangan

kerajinan tangan

Tugu Digulis di Bundaran Univ Tanjungpura

Tugu Digulis di Bundaran Univ Tanjungpura