Tag

, , ,

Antara Jam Berdiri dan Sapi

3

Sumber gambar credit

Belum lama ini saya pergi ke Toko **H, salah satu toko legendaris di Kota Salatiga. Toko dengan dagangan utama jam (arloji/tangan, dinding maupun berdiri) yang secara unik berkolaborasi dengan mesin jahit. Entah apa benang merah pengikat temanya, mungkinkan jam dan mesin jahit sama-sama menggerakkan jarum. Om pemilik toko sangat ramah melayani pelanggannya, tidak membedakan entah pembeli jam beneran yang amat berharga ataupun kepada peminta tolong ganti baterei jam tangan seperti saya saat itu. Tak heran meski mall dan toko besar penjual jam bermunculan namun pelanggan setia beliau tak pernah surut.

Aura kebanggaan menghiasi senyum sapa Om pemilik yang mengusahakan Toko **H sebagai toko jam sejak tahun 60an. Dengan lancar beliau bercerita  bahwa pemilik jam tangan sangat berharga saat itu, harganya melebihi gaji sebulan pegawai pamong praja, pemakai jam tangan menunjukkan identitas status sosial ekonomi tertentu.

Lalu beliau berkisah tentang  jam berdiri merk Jungh*** berumahkan kayu berpelitur mengkilap dengan tiga bandul super berat penggerak jarum detik, menit, jam….nah jam tersebut saat itu nilai tukarnya setara dengan hampir 3 ekor sapi. Zaman itu blantik (pedagang sapi) didampingi para pegawainya menggiring barisan sapi di pagi buta berpandukan obor minyak tanah dengan iringan ceter…ceter…lecutan cemeti menuju pasar sapi. Kekayaan sang blantik salah satunya ditandai dengan kepemilikan jam berdiri. Kini 2-3 ekor sapi dapat ditukarkan dengan 5 jam berdiri.  Weladalah, Si Om sedang mengajarkan terjadi pergeseran nilai tukar jam berdiri dengan sapi yang bergerak cepat dari 1 ke 5 dalam rentang waktu setengah abad. Arlojipun kini juga bervariasi mulai dari harga sangat terjangkau.

Jam awal yang kami kenal dalam keluarga adalah weker sederhana yang secara berkala diputar dicocokkan dengan siaran radio RRI, jam ding dong kami nikmati di rumah Simbah, sedangkan jam tangan pertama Bapak Ibu belikan saat SMA berwarna silver merk Sei** dengan pesan untuk belajar menghargai waktu anugerahNya. Bagaimana dengan arloji dan jam kenangan sahabat…..

Iklan