Tag

, , , , ,

Antara Jalan Pagi dan Hape

jalan pagi yook….

Loh ada apa antara jalan pagi dan hape? Adakah larangan membawa hape saat jalan pagi? Atau malah anjuran jangan lupa bawa hape saat jalan pagi.

Ini kisah random suatu pagi saat kangen jalan, mengingat lama sekali tidak melakukannya. Keluar dari rumah, indera penciuman tergoda oleh wangi kembang cempaka gondok milik tetangga. Menarik mata tuk mengamatinya lebih dekat. Lalu tangan pun beraksi jepret beberapa kuntum kembangnya.

wangi cempaka gondok

Lanjut yook. Semangat jalan pagi meningkat oleh sapaan biru gagahnya gunung Merbabu yang terlihat jelas. Jepreet dokumentasi keramahan Merbabu di pagi hari.

Gagahnya Merbabu (atas) dan Telomoyo

Ayunan langkah berbelok di jalanan asri, areal masuk ke kompleks industri pengolahan susu. Udara terasa segar di jalanan yang relatif sepi. Mata tertambat oleh barisan kembang sabrina yang berjajar rapi.

sepi dan bersih, sahabat pejalan pagi

Tak hanya sabrina putih bersih. Di sebelahnya adalah deretan asoka mini merah. Kontrasnya merah putih menambah keriangan jalan pagi. Olala tambah cantik dengan deretan asoka India dengan mahkota merah yang lebih rimbun kompak.

putih sabrina merah asoka mini

merahnya soka mini India dengan mahkota rimbun

Bolak-balik di jalur masuk ini, langkah berbelok mengikuti naluri. Penasaran dengan perubahan tampilan Pasar Andong yang makin kinclong. Suasana pagi pasir sungguh sepi, beberapa almari pajang menyimpan barang dagangan pemiliknya. Wah lain kali perlu dicoba pas suasana ramainya nih.

Pasar Andong nan kinclong

Langkah berlanjut ke arah stadion. Walah malah melipir menengok rumpun sereh yang tumbuh subur di lahan kosong. teringat hangatnya wedang sereh. Bunga gulma putih kecil melatar rumpun sereh.

Rumpun sereh merimbun

Masih mendapat bonus kembang ungu empon temu ireng. Yuup mengingatkan awal penghujan saatnya bunga temu pada menyembulkan diri.

ungu empon temu

Parade ungu berlanjut dengan kembang moning glory, dengan jenis yang berbeda dengan tampilan kembang yang pernah saya tanam di rumah. Begitu mudahnya menjalar di permukaan tanah, merambat ke perdu di sekitarnya.

ungu si morning glory

Pandang tertuju pada guguran kembang putih di sela ungu morning glory. Loh kembang purwa kucilo. Reflek mata mendongak, terlihat pohon yang berukuran tidak terlalu besar penuh dengan kuntum kembang putih dan buahnya yang berwarna keunguan tua berukuran sebesar buah juwet,

Tampilan purwakucila sambut pagi

Menatap pintu stadion yang tertutup. Keramahan khas penduduk sekitar, seseorang merespon keheranan saya dengan mewarta bahwa stadion sementara tutup. Saling menganguk bagian silaturahmi.

buryam Bidun sarapan pagi

Itu dia, sepagi ini mas Bidun sudah menjemput rezeki. Bubur ayam hangat yang mulai ramai didatangi pembeli. Tangan merogoh kantong dan sadar terlupa membawa bekal uang. Mari nanti sarapan yang sudah tersedia di rumah saja.

Weeii dari sisi ini terlihat gunung Telomoyo yang bertetangga dengan G. Merbabu. Sungguh kota kami dikelilingi oleh gunung. Saat cuaca cerah dari kawasan stadion dapat dilihat G. Merbabu. G. Telomoyo dan G. Ungaran pada sisi yang berbeda.

hangatnya tegur sapa di pagi hari

Perjalanan pulang, mata nyalang ke seberang jalan. Terlihat tiga orang ibu yang beraktivitas sama yaitu jalan pagi, ada juga seorang ibu yang duduk di pinggir jalan, nampaknya upaya ‘dede’ berjemur menanti cahaya pagi.

Bahasa tubuh mereka nampaknya saling kenal. Benar saja, jepret 3 ibu berjalan mendekati ibu yang berjemur. Jepret lagi, terlihat beliau saling bertegur sapa bahkan sejenak berhenti. Jepret berikutnya para ibu saling melanjutkan aktivitas.

Meski tak terlalu jauh pun berkeringat, lumayan jalan pagi ini. Sebelum masuk rumah masih sempat abadikan kembang kumis kucing milik tetangga.

Kumis kucing menjuntai

Eits biar tidak terbius oleh ungkapan rumput di halaman tetangga terlihat lebih hijau, mari simak sekilas tanaman di halaman. Sekuntum mawar kombinasi menyambut, pot begonia sedang berbunga, tanaman amarillis merah maroon mekar juga kembang cunduk mentul.

Mawar, cundhuk mentul, begonia dan amarillis maroon di kebun

Nah kan, selama sekian menit jalan pagi, entah hanya berapa menit yang benar-benar aktivitas kayuh kaki. Selebihnya melenceng dari tujuan, guna jeprat-jepret tanaman dan aktivitas pagi. Menggumam nampaknya lain kali jalan pagi tidak perlu bawa hape biar fokus.

Perjalanan layaknya memunguti keindahan yang terserak. Juga setiap tetumbuhan menebar kebaikan. Dari menghias, sebagai bumbu, tanaman obat. Menjalankan dharmanya tanpa bertujuan harus dilihat sesama, seberapapun umurnya, pagi mekar sore melayu, cukup sudah.

Meneladan para pegowes yang dijumpai selama jalan pagi. Beliau-beliau asyik menggenjot pedal, menata denyut jantung tak tergoda jeprat-jepret. Etapi siapa tahu beliau juga memasang hape untuk merekam perjalanan ya dan menuliskannya.

Itulah secuil kisan antara jalan pagi dan hape. Sahabat kebun Rynari, saat jalan pagi suka membawa hape kah? Hape mengurangi fokus jalan pagi atau penyeimbang? Sekedar coretan pengasah ingatan saja. Salam hangat