Tag

, , ,

Dari Yogyakarta Terkejut di Singapore Flyer

Blusukan Singapore Chiang Mai 2012, day 1. Selasa, 21 Februari 2012. Penuh semangat kami empat sekawan emak kebun rela bangun pagi. Berangkat dari Salatiga sekitar pukul 03 dini hari untuk aman tidak ketinggalan penerbangan Air Asia YOG-SIN 07.25-10.45AM.

Yogyakarta – Singapore

Kami emak dengan bawaan ringkas namun tetap ingat keterbatasan punggung tuk angkat-angkat bila koper mini masuk kabin. Untuk keberangkatan kami ber4 pesan bagasi 30 kg meski tak semuanya terpakai, 3 koper yang semestinya ukuran kabin. Pulangnya kami pesan bagasi 40 kg.

Oh ya simbok ingat untuk isi pulsa dengan besaran lumayan. Kayaknya dulu hanya bisa komunikasi dengan tilpun dan SMS tarif roaming menurut negara tujuan. Lah 10 tahun lalu kok simbok masih ingat? Aha ini buka catatan, kan dulu ada dicatat di excel dengan banyak perubahan hingga berangkat, hehe..

Berangkat dini hari melintasi pinggang Merbabu Merapi, kami sampai di bandara Adi Sucipto Yogya dengan waktu longgar untuk sarapan dan pemeriksaan imigrasi pun boarding. Menyilih energi bangun pagi, simbok memilih tidur selama penerbangan.

Pandang mata disambut jajaran pot kembang anggrek asli bermekaran di bandara Changi. Bersyukur kini bandara di Tanah Air juga royal memajang anggrek sekalian promosi lah kita memiliki biodiversitas anggrek yang luar biasa.

Yook untuk memudahkan transportasi umum saatnya kami membeli kartu EZ-link. Petugas terpana saat kami minta kartu dengan nominal X seraya menyebutkan maksimal senilai Y. Ya wis beli 1 kartu. Sambil minggir kami berdiskusi, kayaknya kita keliru nih.

Kami menghitung kebutuhan biaya transport umum untuk 4 orang kemudian digandakan untuk cadangan biar longgar. Tepok jidat sambal mringislah kami, bukankah kartu berlaku perorang bukan rombongan, oh emaakk. Balik lagi ke loket membeli tambahan 3 kartu dengan nominal biasa, disenyumi petugas. Tenang bila nilai kartu berlebih bisa kita refund saat balik.

Terlupa sudah pesan keluarga untuk nyaman bertransportasi, rencana bertaksi dari bandara ke hotel dicoret. Tidak sabar menjajal MRT menuju stasiun terdekat dari hotel. Baru dari stasiun kami naik taksi. Padahal loh kalau ber 4 naik taksi masih OK.

Kami memesan hotel secara on line di daerah Little India, hotel mungil Fragrance Elegance 63, lupa entah apa dulu pertimbangannya. Hotel di daerah lumayan ramai, ukuran kamar relatif mungil dan bersih. Drama awal terjadi, nama kami ada dalam reservasi 2 kamar 2 malam dan dibayar dengan CC. Namun petugas meminta kami membayar cash.

Lah piye to ini. Baiklah sementara kami ikuti. [Nah malamnya petugas berbeda kami hampiri dengan penjelasan idem pagi hari. Uang cash kami dikembalikan, memang kami meminimalkan bawa uang cash dengan pemesanan via transfer.]

Usai check in kamar kami bergegas untuk makan siang untuk lanjut blusukan setengah hari. Sepiring nasi dengan sayur, emping, dan lauk ikan bumbu kari model India kami santap. Lanjut yook buka catatan…

Singapore Flyer

Mari awali dengan Singapore Flyer, bagaimana menujunya? [Jalan kaki ke Bef Sim Lim Twr, Bus – 857  menuju Yishun Int , Opp The Ritz-Carlton,Jalan kaki ke 30 Raffles Avenue] hah aitu yang tercatat dalam print out kami saat itu. Lah kini tinggal pakai aplikasi kan ya.

Kami menunjukkan tiket pesanan kami. Petugas mengajak kami ke ruang tunggu yang nyaman ber AC. Kamipun terbengong kenapa tidak bareng antrian calon penikmat Singapore Flyer? Kabin kami sedang dipersiapkan begitu penjelasan petugas.

Kemudian kami diantar petugas lain melalui jalur berbeda dengan antrian, langsung menuju kabin dengan tempat duduk, atau yang lebih sering disebut kapsul, berukuran 4 x 7 meter. Silakan menikmati panorama Singapore dari ketinggian ya Ibu-ibu, dengan sangat sopan petugas mempersilakan kami.

Kami berempat saling berpandangan. Lah kabin sangat nyaman dengan sofa bebas memandang ke semua arah hanya untuk kami ber4. Belum lagi sediaan champagne yang menggoda.  Terkejut di Singapore Flyer.

Sejenak lupakan keterkejutan mari nikmati panorama sekitar dari ketinggian. Apakah champagne kami teguk? Hehe untuk property foto-foto saja. Sungguh serasa kabin privat bagi kami ber4.

Kalau cuaca cerah konon wilayah Indonesia (Batam) dan Malaysia (Batam) akan terlihat. Teknologi yang memungkinkan bidang pandang 360 derajat ke segala arah. Singapore Flyer merupakan kapsul pengamatan tertinggi di dunia dengan tinggi 165 meter, 30 meter lebih tinggi dari London Eye di Inggris. Belum nyampai di London Eye ya nyicil di Singapore Flyer dulu aja.

Kapsul dan Singapore Flyer

Puas menikmati panorama dari ketinggian. Saat hendak meninggalkan Singapore Flyer, emak kebun yang bertugas memesan tiket menggamit simbok. Penasaran dan terkejut dengan sajian dan suasana kabin. Baiklah mari kita perjelas.

Petugas menunjukkan kalau tiket yang kami pesan adalah kelas bla bla dengan harga dan fasilitas bla bla. Untuk kabin regular harga dan kapasitas berbeda. Haha ternyata kabin yang kami pesan yang biasanya untuk makan malam romantis pasangan merayakan momen spesial.

Nggak apalah kan ini juga momen special empat emak kebun dolan bareng. Apakah saat ini wahana Singapore Flyer masih eksis ya atau diupdate dengan yang lain?

Merlion Park dan River Cruise

Kembali buka catatan, menuju Merlion Park yang tadi terlihat dari atas [Bef Temasek Ave, Bus – 75  menuju Bt Panjang Int, turun Clifford Pier, Terus ke Fullerton Rd] Belum ke Singapore kalau belum melihat singa muntah alias pancuran dari patung merlion.

Spot ikonik Merlion Statue

Sore itu hujan mengguyur kawasan taman Merlion. Tidak menyurutkan minat pengunjung termasuk kami ber4 untuk eksplore. Seraya menengok Mas Leo eh merlion tujuan kami adalah menikmati bersampan ria di sungai.

[Prices: Adult: $15, Child: $8 Route: The non-stop 30-minute cruise plies between Liang Court and Merlion Park at Marina Bay. The non-stop 30-minute cruise plies between Liang Court and Merlion Park at Marina Bay. You may start at any jetty and end at the same jetty] hehe… beneran ada di catatan dolan kami 10 tahun lalu…

Pastinya kami menikmati dolan sungai ini. Seraya membayangkan banyak sungai potensial yang bila digarap dengan serius tidak kalah dengan sungai di kota ini.

Longokan selama River cruise
Sisi river cruise

Hotel dengan bangunan kuna cantik, perkantoran pun tempat nongkrong sepanjang pinggir sungai terlihat apik dari perahu kecil kami. Perjalanan bolak-balik naik dan turun dari Merlion Park. Kemana nih usai dari river cruise?

Esplanade park dan Kembali ke penginapan

[jalan ke Esplanade Bridge,  Bus – 57  menuju Bishan Int, turun Aft Sim Lim Sq, Ke arah barat di Rochor Canal Rd menuju Short St , Belok kanan menuju Sungei Rd, Belok kiri menuju Perak Rd, Belok kanan menuju Dunlop St] intip lagi catatan cara pulang dari Merlion Park

Jembatan Esplanade

Jembatan Esplanade ini menurut saya salah satu spot menarik. Buat yang suka berfoto tinggal geser sudut saja mendapat aneka latar belakang mau merlion statue, ikon marina bay sand, esplanade dll. Pun buat foto jalanan mendokumentasikan aneka gaya pengunjung.

Nah mumpung dekat kami menikmati park dari Merlion park yang kaya kembang bougenvile saat kami berkunjung. Kini merambat ke Espanade Park. Kecantikan esplanade terlihat dari ketinggian Singapore Flyer maupun saat kami melintas dengan cruise.

Simbok terpana dengan dua tanaman yang mencolok di esplanade park. Palem raksasa yang dikenal sebagai daun sang dengan nama latin Johannesteijsmannia altifrons. Juga cannon ball tree. Sempat saya tuliskan di blog ini.

Seputar esplanade park

Nah untuk ke pemberhentian bus kami harus menyeberang jalan. Koq jalan ramai banget ya dan dari tadi tidak terlihat orang menyeberang. Ooh kami lalai memperhatikan tanda, untuk menyeberang sila turun ada penyeberangan under pass.

Memperhatikan sekilas, penduduk setempat selalu berjalan bergegas tanpa banyak ngobrol kiri kanan di jalan. Namun mereka sangat ramah membantu, menunjukkan arah kepada kami ber4. Ini emak pralansia nekad jalan perlu dibantu.

Kami sangat mengukur kekuatan tubuh, pk 18.41 sudah kembali sampai penginapan. Eh ladalah mbakyu teman sekamar lupa kode koper beliau. Buka catatan tidak ada, nyoba aneka peluang kombinasi. Saat hampir nyerah dengan cara bongkar paksa tetiba no kode melejit dari memori. Auow tuk ragam peristiwa di perjalanan hari 1.

Untuk makan malam kami menyisir di sekitar penginapan. Ketemu resto yang menyajikan Chinese food yang kita ulang lagi malam berikutnya. Untuk makanan selama di negara ASEAN lidah kita hampir tidak bermasalah.

Sampai jumpa di kisah blusukan Singapore-Chiang Mai hari ke 2. Untuk seseruan dolan Singapore-Chiang Mai ala kami bisa dilihat di sini.