Tag

, , ,

Teh Lawasan di Godhong Pring

Salah satu pojok jajanan di Kota Salatiga adalah Godhong Pring di seputar Lapangan Pancasila nembus ke arah jalan Merbabu. Mas Ragil mengajak emaknya icip teh khas lawasan yang dijajakan. Konsep yang digelar, siang hari sajian model prasmanan dan senja hingga malam hari beralih ke model angkringan ala hik kini.

Godhong Pring

Godhong Pring

Memasuki Godhong pring serasa salson alias salah personil, karena umumnya yang njagong disitu kawula muda entah berdua ataupun berombongan. Menempati bangku kayu besutan unik ataupun lesehan dengan durasi yang sangat lama, kami masuk belakangan keluar lebih dahulu  serasa last in first out.

Aneka Teh Lawasan

Aneka Teh Lawasan

Ketertarikan saya bermula dari aneka teh merek lawas yang dijajakan ada teh Djenggot, Tjatoet, Petjut, Dandang disajikan dengan aneka gelas cangkir, semisal cangkir email blirik yang terkesan lawas sekali. Kami menjajal teh lawas ala teh tarik berbonus atraksi langsung tarik campuran teh dengan susu antar wadah yang kalau saya tiru bisa tumpah berantakan.

Suguhan godhong pring

Suguhan godhong pring

godhong pring aka daun bambu

godhong pring aka daun bambu

Daya pikat berikutnya adalah pengelolanya, ada empat pemuda berbagi tugas selama amatan kami. Pemuda dengan keberanian mengemas ide teh lawasan tampilan muda, tanpa jiwa kewirausahaan yang terasah mereka takkan berani merealisasikan ide. Nama warung yang dipilihpun cukup unik, godhong pring….bukankah godhong pring alias daun bambu jarang mendatangkan kemanfaatan langsung seperti semisal godhong jati. Perunutan lebih lanjut makin terpikat dengan nama godhong pring  dengan sebutan elar manyura alias bulu indah burung merak yang saya angkat sebagai sajian di blog wijikinanthi sarana ngudi kawruh kabudayan Jawi.

Teh lawas tjap apa dan disajikan dengan cara bagaimanakah kesukaan sahabat?

Postingan ini sebagai pasugatan untuk Paman Kuka yang akhir tahun lalu berkhabar sempat nostalgia tilik Kota Salatiga ….