Tag

, ,

Nasi Tutug Oncom

Nasi Tutug Oncom

Menengok membaca ulang postingan lama menjadi hiburan tersendiri. Salah satu postingan yang sering muncul di daftar sering dibaca adalah Tatag-teteg-tutug. Komen pasa pembaca sungguh menghangatkan dari menanggapi isi postingan hingga yang melipir minggir. Mengait pada nasi tutug oncom kuliner bumi Pasundan yang khas.

Nah, dasar emak kepenginan saat Milang Lembang mengantar para teruna kebun dikuliklah penganan Lembang. Mulai dari colenak, uli bakar, tahu Sumedang, nasi timbel hingga nasi jamblang. Semakin lengkap saat singgah di Terminal grafika Cikole nemu nasi tutug oncom.

Saung di Lembah

Kawasan perhutani dengan hutan pinus yang rindang. Kami memilih salah satu dari gugusan saung yang berada di lembah. Sambil menunggu pesanan mengamati lalu lalang penikmat penginap yang memilih model tenda dan bungalow di tengah hutan pinus.

Terminal Grafika Cikole

Kembali ke nasi tutug oncom. Para sahabat kebun sudah hafal dengan pilihan aneh saya, yaitu mencicip penganan lokal. Juga sifat rada tidak bertanggung jawab, bakalan tidak mampu menghabiskan. Gunakan kiat, mari tawarkan dan promosikan tuk coba kuliner lokal, minta piring tambahan sehingga sajian awal tetap bersih mengundang sahabat lain tuk ikut mencicip. Hore..paket pesananpun bisa ludes.

Berdampingan dengan nasi timbel, nasi tutug oncon memiliki eksotisme yang khas. Disajikan ala tumpeng mini, rasa oncom merasuk pada nasi dan memberi warna kecoklatan. Paduan rasa gurih, sedikit pedas dan tentunya aroma oncom.

Lauk pasangannya adalah tahu tempe goreng, empal, lalaban komplit plus sambalnya. Eh tak lupa ikan asin bertengger di puncak tumpeng nasi oncom. Tutug oncom, berarti oncom ditumbuk atau dihaluskan dan dicampurkan ke nasi. Komplitlah dari aspek gizi, ada karbohidrat, protein nabati maupun hewani, lemak, vitamin, serat maupun mineral.

Terpuaskan akan rasa penasaran mencicip nasi tutug oncom. Cocok loh di lidah orang Jawa Tengah (eh kayaknya lidah saya menerima aneka jenis masakan ya, dasar tukang makan). Mari sahabat saat singgah dimanapun di perjalanan kita, coba nikmati kuliner setempat. Toh saatnya makan perlu makan sehingga coba-coba tanpa tambah anggaran berarti.

Bagaimana pengalaman incip nasi tutug oncom ataupun kuliner lokal khas sahabat? Bagian dari budaya Nusantara