Tag

, , , , ,

Sejenak di Selasar Baca Salatiga

Selasar Baca Salatiga

Selasar Baca Salatiga

Sejak sekian warsa, suasana Jl Kartini area pendidikan di Kota Salatiga beralih rupa. Deretan kios aneka di bantaran kali kecil di depan kompleks sekolahan disulap menjadi ruang terbuka hijau. Selasar Kartini namanya, berpayungkan barisan tanaman rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) flora identitas Kota Salatiga.

Rejasa flora identitas Salatiga payung Selasar Kartini

Rejasa flora identitas Salatiga payung Selasar Kartini

Dahaga akan ruang terbuka menjadi bagian kebutuhan hampir di setiap kota. Wajah keriaan segera nampak di selasar Kartini ini. Aneka usia dari balita hingga adiyuswa berekspresi diri mulai dari senam, jalan kaki, menjajal sepatu roda, otoped dll. Dinamika luar biasa, dari kerumunan masa muncul kebutuhan jasmani pangan, segera aneka hiburan dan olah raga berpadu dengan gerobak dorong hingga mobil bak terbuka penjaja jajanan. Penataan demi penataan kembali digelar dan tidak selalu mulus diterima semua pihak.

Kini…di sebagian kiosnya tampaklah layanan Selasar Baca. Yup Persipda (Perpustakaan dan arsip daerah) Kota Salatiga mengembangkan sayap layanannya, menyapa dan melayani calon pembacanya. Dua plong kios ditata menjadi ruang baca, penikmat bebas memilih hendak membaca di dalam ruangan ataupun di areal terbuka. Hendak menelaah sejarah Salatiga, menelisik karya sastra, menimba ilmu dari aneka ensiklopedia hingga aneka bacaan anak terbaru semisal Frozen yang lagi ngetop tersedia.

Selasar Baca

Selasar Baca Salatiga

Berjumpa dengan Ibu Titik dan Nunuk pengelolanya, selasar baca yang membuka pelayanan dari pagi sekitar pk 08.30 hingga pk 15an ini berbagi cerita. Bu Titik bertutur, momen indah adalah saat murid usia TK pulang sekolah bersama ibundanya, bersama mampir ke Selasar Baca. Melihat aneka koleksi, kemudian sang buah hati memilih buku cerita dilanjutkan dengan bagian sang bunda membacakan ataupun menuntun buah hati belajar membacanya sendiri.

Yaap benih kecintaan membaca disemaikan, keindahan pengetahuan ditebarkan melalui bacaan. Proses mencari, menilai tanpa harus menghakimi sedang dimulai. Setiap individu dibebaskan berkelana di rimba impian, penunjuk arah dan larangan tersebar di aneka bacaan.

Menilik frekuensi pengunjung dari buku tamu, lumayanlah…selalu dan selalu meningkatkan layanan memenuhi dahaga membaca ya Persipda Kota. Pagi itu saat singgah sejenak, terlihat dua bapak saling menikmata bacaan Koran di kursi selasar. Terima kasih dan selamat melayani warga Salatiga maupun tetamunya ya Selasar Baca…. Bagaimana ruang terbuka dan sarana serta minat baca di kota sahabat?….