Tag

, , , , , , ,

Pondokan Angsana

angsana-pondokan-masyarakat

angsana-pondokan-masyarakat

Sahabat kebun semoga belum bosan dengan sajian pohon angsana atau sonokembang (Pterocarpus indicus). Berkali kebun ini menyanjung mahkota angsana melalui taburan confetti angsana maupun saat meranggas menggapai awan. Sajian ini mengajak pembaca menikmati batang pohonnya.

meranggas menggapai awan

Angsana meranggas menggapai awan

angsana-berbaris

angsana-berbaris

Barisan pohon angsana menyuguhkan pemandangan yang menarik. Ada sejumlah kerak yang menempel. Yah lumut kerak atau Lichenes organisme pioneer yang mampu tumbuh pada hampir semua kondisi lingkungan. Lumut kerak adalah organisme majemuk yang merupakan wujud simbiosis mutualisme antara fungi dengan mitra simbiotiknya yang umumnya adalah alga (ganggang). Lah kalau kerak menempel pada angsana menunjukkan interaksi antar individu angsana dengan kumpulan individu kerak.

angsana-dan-kerak-yang-menumpang

angsana-dan-kerak-yang-menumpang

angsana-berlumut

angsana-berlumut

Mari amati lebih detail, bentukan halus empuk berwarna hijau cantik adalah kumpulan atau koloni lumut yang juga ikut menempel di pohon angsana. Lumut juga termasuk tumbuhan pioneer, sebagai penyedia oksigen dari proses fotosintesisnya, penyimpan air dari koloninya yang menyerupai spons berongga, penyerap CO2 serta sejumlah polutan. Kemampuannya menyerap air dalam jumlah tinggi membuat si spaghnum lumut ini sering digunakan sebagai media tanam anggrek.

keluarga-lumut-menumpang-di-angsana

keluarga-lumut-menumpang-di-angsana

keluarga-yang-menumpang-di-angsana

keluarga epifit-yang-menumpang-di-angsana

Beranjak yook dari sajian tumbuhan mini kerak dan lumut. Ooh batang angsana juga menjadi pondokan dari koloni tumbuhan epifit dengan akar melekat. Tumbuhan ini menumpang hidup dengan cara melekatkan akarnya dan mencari sendiri makanannya dari udara. Tampilannya beraneka dari yang berdaun elips kecil hingga yang berpita menjuntai.

angsana-berpaku

angsana-berpaku

Menengadah ke atas terlihat koloni jenis tumbuhan yang lain. Sejumlah paku-pakuan ikut menempel mondok di pohon angsana. [Yang ini tumbuhan paku meski secara berkala saat musim kampanye tak jarang batang angsana meringis karena berpaku beneran]

keluarga-paku-pakuan-yang-menumpang-di-angsana

keluarga-paku-pakuan-yang-menumpang-di-angsana

angsana-pondokan-masyarakat

karet kebo di batang angsana

Weladalah itu si karet kebo alias Ficus elastica atau karetan yang berpucuk merah juga ikut ndhompleng di pohon angsana. Biji si ficus yang berukuran kecil entah terbawa angina atau paruh burung dan tertinggal di lekukan pohon angsana. Lingkungan yang mendukung menumbuhkan si biji. Padahal ukuran individu karet kebo yang tumbuh di tanah bisa mencapai ukuran yang sangat besar.

Tak hanya itu serumpun tumbuhan ginseng Jawa/ kolesom /som Jawa alias Talinum paniculatum tumbuhan sukulen berbunga pink cantik juga terlihat nangkring di pohon angsana. Foto ini saya ambil di bulan Februari kala hujan masih kerap menyapa Salatiga. Entah sampai berapa lama lagi si ginseng Jawa sukulen yang tidak tahan kekeringan ini mulai ‘mondok’ dan akan pamit dari pondokan angsana. Terlihat turnover yang cukup tinggi bagi beberapa jenis pemondok dan terlihat beberapa pemondok tetap yang seolah menjadi bagian keluarga alam pohon angsana.

angsana-berginseng

angsana-berginseng

Luar biasa, saya melihat individu pohon angsana. Lalu meningkat kumpulan individu sejenis yang hidup pada satu waktu dan ruang/tempat yang disebut populasi. Berikutnya antar populasi yang saling berinteraksi membentuk masyarakat/komunitas, semisal populasi kerak berinteraksi dengan lumut dan paku-pakuan. Pada tataran yang lebih luas komunitas ini membentuk kesatuan antara faktor biotik (makluk hidup) dengan abiotiknya, dalam hal ini lingkungan tepian jalan raya dengan aneka atributnya membentuk suatu ekosistem mini. Yuup terlihat ekosistem mini dari pohon angsana.

angsana-pemangku-ekosistem-tepian-jalan

angsana-pemangku-ekosistem-tepian-jalan

angsana-growong

angsana-growong

Ooh sasmita alam membabar makna. Bila pohon angsana diizinkan tumbuh menjulang maka harus siap dipangkas apabila terlalu rimbun, siap meranggas menghadapi perubahan musim, siap mempersembahkan golden flowernya sebagai penyempurna masa pancuran emas sumamur ing jagad. Pohon yang menjulang berarti menjadi pengayom bagi individu, kelompok bahkan paduan kelompok atau masyarakat yang ‘mondok’ di batangnya. Bahkan ada kalanya angsana menjadi korban pendomplengnya. Ini tampilan angsana growong, batangnya membentuk lubang di tengah akibat intervensi akar tumbuhan yang ‘mondok’.

Memejamkan mata sejenak, bersukur merasakan keteladanan pohon angsana pada cukup banyak pribadi. Memberikan diri pada pimpinanNya menjadi menjulang, meranggas, tahan pangkas, memburai kuning emas dan memberikan diri sebagai ‘pondokan’ aspirasi maupun harapan bagi banyak ‘pemondoknya’. Terima kasih Angsana si Sonokembang..

Iklan