Tag

, , , ,

Pancuran Emas Sumawur Ing Jagad

angsana si pohon  emas sumawur

angsana si pohon emas sumawur

Setiap masa memiliki keindahannya sendiri, begitupun masa awal Nopember selalu menghadirkan keindahan yang khas. Termasuk bagian dari mangsa kalima dalam pranata mangsa, pengetahuan dan kearifan lokal yang tetap berdaya guna, rentang 14 Okt – 9 Nov memiliki candra pancuran emas sumawur ing jagad dengan arti harafiah air mancur keemasan tertabur di alam persada. Seperti tahun-tahun sebelumnya sumber pancuran emas dominan di sepanjang jalan yang kami lalui adalah angsana, mahoni maupun glodogan tiang.

pengumpul emas angsana

emas angsana sumawur

Pohon angsana atau sonokembang (Pterocarpus indicus) beberapa nampak rindang berdaun hijau namun kebanyakan hampir meranggas hingga mahkota bunga kuning keemasannya terlihat makin menonjol. Angin di akhir kemarau atau awal penghujan meluruhkan mahkota emasnya. Bila penambang emas tanpa ijin (PETI) menambang emas dengan aneka risiko termasuk pencemaran lingkungan melalui limbah merkuri, bapak ‘pengumpul emas’ angsana yang kami temui di seputaran lapangan Pancasila cukup bermodalkan bangun pagi dan gerakan sapu.

pengumpul emas angsana 1

pengumpul “emas angsana”

Begitupun jajaran mahoni (Swietenia macrophylla) dengan lingkar batang melebihi pelukan tangan orang dewasa, di sepanjang Jalan Kartini dan sepenggal Jl. Diponegoro tiada henti menabur bunga keemasan dengan aroma wangi manis yang khas. Kali ini saya mendapat bonus wangi mahoni berpadu dengan wangi anggrek merpati putih di suatu pagi. Selalu terkagum dengan keseimbangan alam rancangan Sang Maha, dari pohon mahoni yang super besar, bermunculan bunga dengan ukuran sangat mungil hingga gerakan kemleyangnya selalu mengait ilusi tebaran bintang keemasan yang tertabur dari tongkat ajaib peri. Pun dari buah mahoni dengan rasa pahit luar biasa dan berkhasiat obat, saat matang akan pecah menghamburkan biji berbentuk bilah tipis yang sangat ringan untuk diterbangkan angin maupun dihanyutkan air dan mendarat di tanah baru menerus siklus. Pohon ini juga memiliki kemampuan menyerap polutan karbon dioksida yang tinggi sekitar 300 kg pohon-¹ tahun-¹.

emas sumawur dari mahoni

wangi emas sumawur dari mahoni berbonus anggrek merpati

Jajaran glodogan tiang (Polythea longifolia) di sepanjang jalan M. Yamin hingga Diponegoro arah kota tak hanya menyuguhkan keindahan tajuk tegak meruncingnya dan fungsi penyerap polutan emisi gas buang kendaraan bermotor. Mahkota bunga berbentuk bintang lima warna kuning muda kehijauan memadati ranting-rantingnya, meski gugurannya tak semeriah angsana tetap menambah keceriaan pancuran emas sumawur ing jagad.

'Bintang emas sumawur' dari glodogan tiang

‘Bintang emas sumawur’ dari glodogan tiang