Tag

, ,

Mak Pari dan mBah Mul

Berbagai cara memperingati Hari Kartini semisal sekolah-sekolah mengadakan upacara dan pelbagai lomba serta berbusana adat Indonesia. Mak Pari dan mBah Mul pun menterjemahkan cita-cita dan perjuangan Ibu R.A. Kartini dengan caranya sendiri.

1. Ronde Mak Pari. Salatiga identik dengan kota enting-enting juga ronde. Aroma wangi jahe, rasanya yang manis pedas hangat cocok dinikmati di malam hari, meski siang haripun juga banyak pedagang menjajakan ronde dan tetap laris. Jalan Jend Sudirman maupun Jl Jend A. yani merupakan pusat wedang ronde. Ronde mak Pari menempati kenangan bagi yang pernah tinggal di salatiga dan menjadi jujugan bila mengunjungi kota ini. Perjuangan mak Pari membuahkan hasil, selain warung ronde, beberapa tenda pun meramaikan bursa ronde salatiga yang kini dikelola generasi penerusnya.

Warung ronde mak Pari

Warung ronde mak Pari

menu ronde mak pari

menu ronde mak pari

2. Pecel mBah Mul. Bertempat di belakang bangunan yang dulunya Gedung Bioskop Madya (jl Sukawati), mBah Mul memulai usaha bakul pecel. Seiring dengan waktu pelanggannya meningkat pesat, lokasi strategis di seberang komplek perkantoran PemDapun jadi faktor pendukung. Warung pecel Madya tersebut menyajikan kombinasi pecel bakmi ataupun nasi, lauknya sungguh bervariasi dari babat, is0, telur ceplok, dadar onclang, bantal/martabak. Omsetnyapun menggiurkan, pelanggannya dari berbagai kota asal.

Warung Pecel Madya (mBah Mul)

Warung Pecel Madya (mBah Mul)

Mak Pari dan mBah Mul penggerak ekonomi keluarga, pendongkrak PAD kota, serta inspirasi kaum perempuan. Selamat Hari Kartini.