Pesona Ketan-Mangga

Musim mangga tahun ini selain hasil melimpah rasanya juga manis, berkat tersamar dari kemarau panjang. Berbagai cara kita menikmati kelezatan buah mangga, ada yang disantap sebagai buah potong atau disajikan dalam bentuk jus segar. Cara unik dibuat sarang tawon, tanpa dikupas mangga dibelah dan daging buah dikerat diagonal, cara makannya kulit buah ditekan sehingga kuning buah menyembul indah, sensasional dan lezat. Dijamin anak-anak berebut mencoba, tinggal bundanya heboh melihat wajah mungilnya belepotan. Mangga muda atau mengkal lain lagi cara mengkonsumsinya dalam bentuk  lotis, rujak, ataupun manisan.

Saat kecil kami sering menikmati mangga jenis berserat dengan cara di’embut’, buah mangga ditepok-tepok halus tuk menghancurkan daging buahnya, kemudian bagian ujung di lap dengan ujung baju (boro-boro dicuci) dan digigit, jadilah sari buah mangga segar dan unik tak kalah dengan keluaran juicer. Cara memperolehnyapun macam-macam dari panen di kebun sendiri, menunggu dihantar dari tetangga, membeli sampai dengan memetik dari kebun tetangga tanpa permisi (hayo siapa yang mengaku saat kanak-kanak melakukannya?).

Ada cara lain menikmati buah mangga dengan cara memadukannya dengan ketan. Tetangga kita (negara gajah putih) bahkan mengemasnya dalam paket kuliner di pusat-pusat wisata seperti kawasan penginapan ataupun pasar terapung. Variasinya antara ketan-durian dengan aroma khasnya ataupun ketan-mangga, silahkan dipilih dan tergantung musim, saya lebih suka ketan-mangga kombinasi warnanya juga cantik. Tertarik untuk mencoba??? Mumpung musim mangga dan menjadi variasi cara menyantapnya sekalian memperkenalkan pada buah hati variasi budaya makan.

Ketan-mangga unik-enak

Ketan-mangga unik-enak