Tree_Planted_by_Streams_of_Water

Pesona Pohon di Tepian Air (Gambar dari sini)

Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, mengenang perjuangan teruna bangsa mempertahankan kemerdekaan tanah air melalui peristiwa 10 November. Setiap tahun gemanya coba digelorakan agar semangat arek-arek Surabaya diwariskan secara lestari kepada generasi penerusnya dalam mengisi kemerdekaan. Menurut KBBI, Pahlawan adalah pejuang yang gagah berani; orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Sedangkan kepahlawanan: perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, kesatriaan).

Dalam realita keseharian kita akan menjumpai pribadi-pribadi dengan sifat kepahlawanan tersebut. Bahkan di tengah keluarga kita akan mensyukuri mutiara kepahlawanan itu. Sosok pribadi yang ‘menyinarkan kasih’ di sepanjang kehidupan beliau. Keberanian, ya di penghujung belasan tahun meninggalkan kenyamanan kasih orang tua tuk mendampingi perjuangan seorang guru (yang adalah guru beliau juga) yang dibenum di daerah pinggiran. Sempat menukar yurk dengan kain agar membaur dengan masyarakatnya, menyapa sambil membujuk halus agar tetangga mengirimkan anaknya ke sekolah. Berani memegang kendali keluarga saat gelora bapak tuk menimba ilmu menyapa, menyesuaikan berbagai kondisi mendampingi karya bapak tanpa harus kehilangan identitas pribadinya.

Keperkasaan diwujudkan dengan menyingsingkan lengan baju menopang belanja melalui karya merenda busana. Kerelaan berkorban melalui curahan kasih kepada kami tujuh bersaudara (hayo bro n sist ngaku kalau suka bikin ibu galau). Sifat kesatria dinampakkan dalam penerimaan putra wayah beda generasi beda tatacara. Tepatlah frasa, Ibu adalah sumber motivasi, sumber penghiburan, sumber keteladanan. Lagu kanak-kanak dengan lirik sederhana nan sarat makna: Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

Dan bila hari ini Kamis Pahing 10 November 2011, anugerahNya melimpah melalui tanggap warsa ibu yang ke 70, sungkem bekti kami para putra wayah, senandung kami mensyukuri keteladanan ibu “…orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”