Tag

Gerakan publish ……

Publish, publish and publish
Now or never, Tomorrow will be too late.

Demikian seruan di spanduk yang berkibar di sisi kebun. Sejenak saya berhenti sambil membatin apakah ini komandan Blogcamp beserta DO cerpenparenting dan true story bersamaan sidak ke kebun? Ooo senada dengan komunitas WB, di kebunpun sedang digalakkan kegiatan publikasi serangkai kegiatan menulis dan terbitkan …..
Menyadari belum terhisap dalam kecintaan publikasi, minimal kali ini akan menyoal publish yang menjadi salah satu aktivitas ngeblog yaitu publish postingan. Sebagai siswa baru (3 semestar) mencoba memotret rapor blog dengan terbitan sebagai fokus, potret yang sederhana masih jauh dari model kaleidosblog yang diajarkan oleh trainer Om NH18. Masih sebatas aspek seperti apa, belum terlalu menyentuh seharusnya seperti apa, bagaimana mencapainya, apakah kendalanya, rakitan solusi macam apa yang digagas.

Produktivitas Terbitan

Selama 19 bulan ngeblog (per 28 Agustus 2011) jumlah postingan sebanyak 195 yang berarti rata-rata 10.26 posting/bulan atau 3 hari sekali (kebalikan dari resep obat 3 kali sehari). Cukup atau kurang? Tergantung, bila tujuan ngeblog sebagai sarana komunikasi akan lebih menarik bila lebih intens. Bila materi terbitan memerlukan telaah mendalam dan topangan data dengan akurasi sangat tinggi tentunya memerlukan waktu yang cukup memadai. Namun untuk kategori coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian waktu 3 hari per terbitan mestinya termasuk agak jarang update.
Bagaimana dengan dinamikanya? Terbitan terbanyak pada bulan awal ngeblog disusul bulan Desember 2011 dan Desember 2012. Trend persemester menurun, indikasi gejala semangat di awal alias obor blarak…… Mengapa dan bagaimana, mari diracik alternatif solusinya.

Jumlah postingan per semester
Terbitan sebagai sarana komunikasi

Parameter yang digunakan adalah data terbitan dilihat dan dikomentari. Hingga tengah hari 28 Feb 2013, dari 195 terbitan dilihat 63,697 kali dengan 2,917 komen. Setiap terbitan rata-rata dilihat sebanyak 326 kali, termasuk ingak-inguk oleh yang publish. Terbitan populer (banyak dilihat) sementara masih dipegang oleh terbitan lama, mengindikasikan akumulasi data dilihat seiring waktu dan belum ada terbitan yang ‘spektrakuler populer’ sehingga meski lebih baru terbit mampu menyodok posisi terbitan lama ataukah terbitan baru kurang ‘greget’.

view dan comment per publish
Setiap terbitan rata-rata memperoleh 14.96 komentar, secara pribadi cukup mengejutkan. Berawal dari berlatih menyampaikan gagasan/informasi melalui tulisan, terbitan dilihat sahabat lain, bila beberapa berkenan meninggalkan komentar sungguh merupakan apresiasi bagi pembelajar baru sehingga diberi tajuk puspa dari sahabat. Belajar dari hasil polling Pak Mars dengan 39 responden, memang beragam alasan meninggalkan komen semisal karena postingan yang menarik (61,54%), respek pada penulisnya (23,08%), kunjungan balik (10,26%) dan karena iseng saja (5,13%)
Senada dengan hasil tersebut, komentar atas terbitan berkenaan dengan komunikasi seiring dengan laju pertemanan. Dilihat tidak selalu selaras dengan dikomentari. Nisbah antara view:comment 21.84 yang mengindikasikan potensi silent reader dari setiap terbitan.

Karakteristik tema terbitan
Berlabelkan coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian, terbitan yang banyak dilihat dan dikomentari juga tak jauh dari label tersebut yaitu ragam puspa dalam kemasan sederhana.

Postingan paling populer dan dikomentari
Mesin pencari mengarahkan ke terbitan dengan item Salib Putih Salatiga, Batik Plumpungan Salatiga serta Gua Maria Kerep Ambarawa, sebagai penanda kategori terbitan pesona kawasan USA (Ungaran, Salatiga, Ambarawa). Pun item daun berguguran, daun sang, daun binahong, cantel dan tanaman krokot merujuk ke kategori utama blog kebun. Kedua kategori tersebut mengindikasikan ke’ciut’an sajian yang kadang dibalut dengan kata manis zona nyaman penciri khas.

Demikianlah ‘potret diri tentang terbitan kebun’ sebagai bagian dari semarak publikasi. Gambaran sederhana untuk bekal pemacu perbaikan terbitan mendatang. Salam.

Iklan