Tag

, , , ,

Ada Cinta di Ekosistem Rawa Pening

Eceng gondok

Eceng gondok

Ini bagian dari kisah di seputaran kawasan USA (Ungaran Salatiga Ambarawa), kali ini dari jalur Salatiga menuju Ambarawa melalui Banyubiru, menyusur tepian Rawa Pening. Bermula dari rasa kangen akan kelezatan opor bebek Mak Yah yang berada setelah Pemandian Muncul (dari Salatiga) langkahpun berlanjut …..

Bukit Cinta, Ekowisata Rawa
Bukit Cinta adalah punthuk (bukit kecil) di tepian Rawa Pening, tepatnya di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Rimbunnya pepohonan di punthuk dan keindahan pemandangan alam Rawa Pening, bejana alami penadah air dari bebukitan yang membentenginya menjadi daya pikat ekowisata rawa yang khas. Berada di tepian jalur Salatiga-Ambarawa melalui Banyubiru, tempat ini sangat mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, hanya sekitar 10 km dari Salatiga, 5 km dari Ambarawa, apalagi sekarang dengan keberadaan jalan lingkar baik di Ambarawa maupun Salatiga. Jalan yang tidak terlalu lebar dan tingkat kepadatan tinggi sebagai jalur alternatif JOGLOSEMAR menuntut kewaspadaan yang tinggi dan sepadan dengan keelokan suguhan panorama alam paduan gunung-sawah-rawa.

Meski kerap berlalulalang kawasan ini, sudah puluhan tahun saya belum update menjenguknya. Berikut adalah oleh-oleh Ragil saat mendampingi peserta praktikum mengenal dari dekat Ekosistem Rawa. Belajar yang sesungguhnya saat kita berguru dari dan kepada alam. [kawasan ini juga menjadi kelas yang memikat bagi pecinta fotografi]

Rawa Pening

Rawa Pening

Rawa Pening kembali Bening

Rawa Pening [akan] kembali Bening

Ekosistem Rawa Pening

Setiap kita adalah individu yang bergabung menjadi populasi yang kemudian berinteraksi dengan populasi lain dalam komunitas/masyarakat. Pada tataran yang lebih luas komunitas menjalin hubungan timbal balik dengan lingkungannya (baik lingkungan alam maupun lingkungan hidup) pada suatu ekosistem yang bersifat khas. Ekosistem Rawa bersifat khas dengan anggota masyarakat di seputaran rawa, karakter tumbuhan dan hewan yang khas rawa (di Rawa Pening khas dengan eceng gondok, ikan rawa, wader maupun cethulnya) serta komponen fisik perairan rawa.

wader dan cethul khas Rawa Pening

wader dan cethul khas Rawa Pening

Interaksi masyarakat seputar rawa dengan alam Rawa Pening menghasilkan pengetahuan lokal, kearifan lokal maupun teknologi spesifik lokasi. Legenda Baru Klinthing yang dipercaya sebagai asal Rawa Pening, budaya merti dusun dan sedekah bumi khas rawa, sistem penanaman padi rawa, ekowisata Rawa Pening di Bukit Cinta, oleh-oleh khas Rawa Pening berupa kerajinan tangan berbasis eceng gondok, olahan ikan rawa adalah perwujudan dari hakekat ekosistem Rawa Pening. Bila Danau Singkarak terkenal dengan ikan bilihnya, belum menikmati Rawa Pening bila belum mencoba gurihnya wader goreng.

Mengubah masalah menjadi berkah

Mengubah masalah menjadi berkah

kreativitas dari eceng gondok

kreativitas dari eceng gondok

Melalui pemaknaan hubungan timbal balik ini diharapkan semakin tumbuh dan berkembang kesadaran manusia pengelola (bukan sekedar pemanfaat) rawa bahwa setiap tindakan kita berdampak pada kelestarian alam rawa. Penguapan air yang berlebihan akibat peledakan populasi eceng gondok (Eichornia crassipes), penurunan debit air masuk dari daerah hulu (Merbabu, Telamaya, Ungaran), sistem peringatan dini akumulasi senyawa potensial toksik dari penggunaan lahan di seputaran rawa maupun penimbunan sampah oleh peningkatan jumlah pengunjung sangatlah perlu diwaspadai. Apabila setiap komponen yang terlibat terpanggil untuk berperan serta sekecil apapun niscaya menjadi sarana lestarinya berkah yang tercurah dari Rawa Pening seluas 2.670 hektar ini. (sungguh ini bukan postingan pesanan sponsor loh). Sehingga akan selalu ada cinta di Ekosistem Rawa Pening.