Tag

, , ,

Si Manis Jembatan Tuntang

Jembatan Tuntang nadi Solo Semarang

Jembatan Tuntang nadi Solo Semarang

Kisah blusukan seputar kawasan USA (Ungaran, Salatiga, Ambarawa), tepatnya di jembatan Kali Tuntang. Jembatan Tuntang membentang melintang persis di hulu Kali Tuntang, menyuguhkan pemandangan elok di rentang perjalanan Semarang ke Solo, tepat setelah perkebunan kopi seputar Bawen, menengok ke kanan terlihat bentang Rawa Pening, menengok ke kiri stasiun Tuntang. Inilah kejelitaan si manis jembatan Tuntang, nadi utama penghubung Semarang Solo sebelum jalan tol Semarang Solo tergarap tuntas.

Kali Tuntang dan Rawa Pening

Kali Tuntang dan Rawa Pening

Kali Tuntang merupakan titik pertama keluarnya air dari kawasan Rawa Pening. Mari lihat secara bentang alam, sebuah kawasan sub daerah aliran sungai (Sub DAS Tuntang) dimana secara relief muka bumi sejumlah aliran air menuju ke satu cekungan Rawa Pening. Kali Tuntang secara ekologis menjadi bagian penting dari mata rantai aliran air di kawasan yang lebih besar DAS Jratunseluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juana) yang bermuara di Laut Jawa. Kali Tuntang menjadi penyeimbang penyangga kelestarian Rawa Pening sekaligus penata besaran air yang meluap ke areal hilir. Sedikit ke arah hilir dari jembatan Tuntang terdapat PLTA Jelok yang memanfaatkan aliran sungai.

Jembatan Tuntang nadi Ambarawa-Tuntang by KA

Jembatan Tuntang nadi Ambarawa-Tuntang by KA

Jembatan KA Tuntang

Jembatan KA Tuntang

Jembatan Tuntang menjadi gerbang masuknya si manis item kuda besi dari stasiun Ambarawa menuju stasiun singgah Toentang sebelum menuju ke Bringin. Jembatan Tuntang menjadi bagian saksi sejarah perjuangan bangsa, salah satu sejarah perkereta apian selalu merujuk jalur Ambarawa-Toentang. Perubahan fungsi dari kereta api sarana transportasi umum dan hasil bumi menjadi kereta api wisata di masa kini.

Jembatan Tuntang di 31

Jembatan Tuntang di 31

Blusukan di sekitar rumahpun menambah wawasan kita. Salam dari si manis jembatan Tuntang

Iklan