Tag

, , , , , ,

Bermain Kotor kan Boleh . . . . .

Belajar melalui eksplorasi
Tamu-tamu kecil berceloteh riang berbaris rapi memasuki kebun dihantar oleh bapak dan ibu gurunya. Selamat datang anak-anak, siap bermain untuk belajar ….. Yook ulurkan tangan kalian dan oleskan lotion penghalau nyamuk untuk melindungimu dari gigitannya, pembelajaran awal tindakan pencegahan. Setelah mendapat penjelasan dari pembimbing, pasukan kecil segera menyiapkan senjatanya cetok mungil, berbaris dan dengan semangat menyanyikan mars kebun, menjelajah kebun, mengamati, kadang memegangnya lanjut bertanya. Biarkan mereka bereksplorasi dengan gembira, mengembangkan rasa ingin tahunya.

belajar berpengalaman 1

Eksplorasi dalam belajar berpengalaman

Belajar sambil melakukan
Tanaman yang kalian amati tadi tidak semuanya tumbuh dengan sendirinya, ada kegiatan menanamnya, mau belajar menanam? Mauuuu … teriak koor 40 siswa kelas 3 dan 4 SD. Aneka bibit tanaman sayuran disediakan di lahan. Kelompok kecil yang dibimbing kakak mentorpun beraksi. Ada yang memulainya dengan doa, ada yang belajar aneka bentuk petakan kebun semisal segi tiga, lingkaran, lengkungan. Mengenali aneka bibit dan tangan mungil mereka menanamkannya ke lubang tanam yang telah diberi kompos/pupuk kandang. Beberapa murid minta ijin melepaskan alas kaki ingin merasakan lembutnya tanah melalui anggota badan tangan dan kaki. Bermain kotor kan boleh . . . . .

belajar sambil bermain

belajar sambil bermain

Dari petakan kebun, mereka lanjut belajar menanam di pot mendatar ataupun pot vertikal. Masing-masing siswa mendapat kesempatan memilih 2 jenis tanaman intuk ditanamnya sendiri di polibag, belajar mengisinya dengan media tanam, menanamkannya dan siap dikemas pulang. Peluh berleleran, tangan dan kaki belepotan tanah, kegembiraan juga memancar di wajah mereka. Sudah capek ….. yook sekarang bersihkan kaki dan tangan kalian.

Belajar itu menyenangkan
Tidak mudah mengendalikan 40 siswa aktif yang menjadi keseharian guru-guru di SD. Guru bisa digugu dan ditiru, mencakup aspek integritas dan keteladanan tindak. Nah saatnya mengganti cairan tubuh yang tadi keluar melalui keringat, masing-masing anak mengeluarkan bekalnya. Kakak-kakak mentorpun mengedarkan peyek bayam dengan cerita kekuatan Popeye berkat nutrisi bayam. Toples biskuit jahepun ludes oleh serbuan tangan mungilnya. Penganan biasa yang mungkin saat dirumah mereka kurang suka dengan kemasan permainan tanaman sayur dan tanaman rempah menjadi menarik. Nah adik-adik sambil makan kakak akan mainkan jimbe, yang tertarik dan berani mencoba silakan maju. Dan … siswa berkaos biru itu maju serta menirukan gerakan kakak mentor dengan tekun. Belajar itu menyenangkan …..

Belajar itu menyenangkan

Belajar itu menyenangkan

Belajar, mencari dan mendapatkan
Pada hakekatnya belajar adalah perubahan perilaku, learning is changing of behavior. Perubahan dari belum tahu menjadi sedikit tahu, dari belum terlalu paham menjadi lebih paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dari tidak suka menjadi suka. Belajar adalah proses mencari dan mendapatkan.

Belajar itu mencari dan mendapatkan

Belajar itu mencari dan mendapatkan

Mengakhiri sesi ‘edutani bertanam sayuran’ diberikan lembar evaluasi: aku sudah mengenal tanaman …. (4 macam) yang ditanda tangani pembimbing/mentor dengan pesan untuk siswa. Sayonara dilagukan anak-anak saat pamit, tangan mungilnya menenteng 2 tanaman hasil praktek mereka untuk dipelihara di rumah. Selamat belajar nak penuh semangat …. Rajinlah selalu turuti guru

Serial Pembelajaran Berpengalaman:
Edutani bertanam sayuran
Ceria di ladang gandum