Dwi  Wulanrynari

Hari ini adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda, saat bangsa Indonesia mengikrarkan ‘Berbangsa, Bertanah air dan Berbahasa satu: Indonesia‘ ikrar yang melahirkan proses menjaga persatuan dan kesatuan. Selain upacara di instansi pemerintah serta sekolah-sekolah tidak ada gema khusus tuk menggaungkan kembali ikrar besar tersebut.

Nah yang ini sama sekali tidak nyambung dengan alinea di atas.

Saat diketik ‘dwi wulan’ di google, muncul info jumlah penelusuran sekitar 2,050,000 hasil (0.28 detik). Namun postingan kali ini tidak akan menyoal jeng Dwi Wulan, hanya tentang potret diri rynari di usia 2 bulan. Belum ada perubahan di perwajahan, maklum kak mentornya sedang KP/magang di Dat-sol Kedoya dan tukang kebonnya kurang berani kreatif. Produktivitas postingan disetel sesuai dengan daya tulis empunya, tuk isi/warna tetap berada di jalur ‘coretan ringan dari dan tentang kebon keseharian’.  Berbicara tentang kebun sebagai suatu sistem ada keberimbangan antara pesona flora dan fauna seperti pada gambar di atas, namun kebun rynari masih bertumpu pada coretan ringan flora belum menyentuh keindahan faunanya. Wujud fisik sepetak kebun  nampak ada, upaya berikutnya proses pembelajaran bagaimana memelihara dan mengemasnya.

Iklan