Tag

Belajar Bersyukur

Mengunjungi Blogcamp hari ini disuguhi menu penuh gizi berlabelkan “Nikmatnya diambil kontan syukurnya nyicil”. Merespon nikmat dengan syukur yang digambarkan melalui kiasan transaksi yang marak saat ini kontan vs nyicil. Menurut Pak Lik, artikel ini adaptasi dari artikel berjudul: Bagaimana Anda mensyukuri Yang Banyak, Jika yang Sedikit Saja Tak mampu ?- La Tahzan karangan DR.’Aidh al-Qarni. Bersyukur ikut menikmati adaptasi artikel elok ini.

Dengan gaya beliau yang khas Sang Komandan mencontohkan: ‘Seseorang yang tidak mau bersyukur ketika makan nasi goreng ceplok telur, besar kemungkinan dia juga tak akan mau bersyukur ketika mendapatkan makanan lezat-lezat lainnya.’ Beberapa pelajaran yang dapat diserap dari ungkapan ini diantaranya:

  1. melalui ungkapan beliau ‘besar kemungkinan’ yang merujuk pada kenyataan pada umumnya sekaligus tetap membuka peluang sekecil apapun bagi kemungkinan yang berbeda. Bersyukur melalui penerimaan atas perbedaan.
  2. nasi goreng ceplok telur ke makanan lezat-lezat lainnya, merujuk pada rangkaian nikmat, yang juga rangkaian proses bersyukur. Indah sekali menyelami ‘berproses dalam syukur’ sekaligus ‘bersyukur dalam proses’
  3. ketika mendapatkan …. bersyukur merujuk pada pembelajaran yang tiada habisnya, tanpa mengenal usia, tanpa membedakan wujud nikmat yang dikaruniakanNya.

Sambil merenungkan pembelajaran bersyukur dari Blogcamp, terdengar senandung lirih:
              Syukur atas bunga mawar, harum, indah tak terp’ri.
              Syukur atas awan hitam dan mentari berseri.
              Syukur atas suka-duka yang ‘Kau b’ri tiap saat
Mungkin tidak terlalu susah dan lebih mudah tuk mensyukuri bunga mawar simbul keindahan, kemudahan, sukses pada umumnya …..
NikmatNya tak hanya mentari berseri, awan hitampun merupakan bagian dari nikmatNya. Awan hitam mengirim air hujan dan habis hujan tampak pelangiNya, sinar mentariNya membiaskan keindahan kristal air hujanNya.
Suka-duka wujud nikmatNya tuk menggembleng kita dalam proses belajar bersyukur.
Dan kepada setiap titahNya yang belajar berproses dalam syukur, syahdu sapaanNya
              Sungguh indah anakKu, ungkapan syukurmu

Terimakasih Pak Lik Komandan Blogcamp postingan Bapak merupakan penyegaran bahwa setiap kita adalah siswa dalam kelas belajar bersyukur.

Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul ‘Nikmatnya Diambil Kontan Syukurnya Nyicil‘, tanggal 29 Juni 2012.