Tag

, ,

Kebo Nusu Gudel

Secara harfiah kebo nusu gudel berarti  kerbau menyusu anaknya. Suatu ketidakwajaran, bukankah semestinya induk kerbau menyusi anaknya. Induk kerbau dewasa menyesap sari kehidupan dari sang anak menjadi kiasan/sanepan bagi orang tua yang secara sengaja menyesap sari kehidupan dari jerih payah anak  untuk kehidupan pribadinya. Kiasan yang menjadi cap negatif wujud penyimpangan, suatu ketidak wajaran. Aneka bentuk eksploitasi anak yang secara tidak sadar muncul dari lepasnya tanggung jawab yang semestinya dipikul orang tua dan berubah arah, anak menjadi sumber ‘susu perah’ bagi orang dewasa.

Tidak selalu kebo nusu gudel berkonotasi negatif. Kiasan ini juga dapat dimaknai sebagai orang tua yang belajar menyesap ilmu dari anak/orang yang lebih muda. Guru yang belajar dari muridnya. Pemaknaan dan penerimaan diri bahwa diri pribadi bukanlah yang ‘ter’, baik dalam dimensi horizontal maupun vertikal, bahkan perlu belajar dari gudel/anak kerbau. Pemakluman diri yang menuntun pada sikap kerendahhatian, sikap andhap asor menghargai sesama bahkan kepada anak yang lebih muda dalam usia, pengalaman, kedudukan maupun peran.

Pun dari aneka kisah pewayangan betapa seorang Begawan sakti mandraguna pada berbagai kesempatan nusu pada gudel dari murid ataupun cantriknya. Eyang Resi Bisma berkali menyanjung dan menyesap susu kepiawaian olah kanuragan maupun kecerdasan ilmu ngaurip dari Pandawa sang cucu.

Muncul aneka pendapat mengenai kiasan ini. Ada semacam ketidakrelaan pelabelan kebo dan gudel, ataupun perasaan upaya pelestarian senioritas dalam tatanan. Bagi saya pribadi pengkinian kiasan kebo nusu gudel ada pada  proses pembelajaran dan pusat sumber belajar. Pengakuan bahwa sumber belajar dapat berupa apapun, siapapun dan dimanapun. Kebo dan gudel pun dapat menjadi teman belajar.

Blog ini juga buah dari kebo nusu gudel. Ibarat induk kebo yang buta IT, nusu pada gudelnya.  Ketidakmampuan induknya membedakan upload dan posting, membuat Mas Tengah si penunjul merakit weblog yang semula berupa unggah file dokumentasi coretan. Loh bukan yang seperti itu kak… yang  seperti ini loh seraya menunjukkan contoh weblog sahabat. Oooh itu mah namanya postingan Mak.

Terima kasih Nak, gudel triwindu sang pembelajar tangguh telah dengan sabar mengajari induknya pembelajar lelet utuk mengenal sebagian keindahan dunia blogging. Tak ada salahnya kan kebo nusu gudel? Selamat nusu, menyesap susu pengetahuan dari berbagai sumber yang diperjumpakan dalam keseharian.