Tag

, ,

PESONA SEMAR

Sebelas Maret 2012, enak juga dibaca semar 2012. Tulisan ini tentang Semar, cerita yang sering dituturkan oleh almarhum bapak dan tertanam dalam ingatanku. Semar adalah seorang punakawan tokoh pewayangan karya pujangga lokal yang menyemarakkan visualisasi lakon kitab Mahabharata. Meski berkedudukan sebagai abdi, Semar diyakini bukan sebagai rakyat biasa namun penjelmaan dewa yaitu Batara Ismaya, sehingga mewarisi sifat ambek luhur bijaksana serta adil paramarta.

Dalam kesehariannya Semar sangat dekat dengan para satria pemegang tampuk kekuasaan negeri. Sering juga diajak rerasanan tentang pengambilan keputusan kehidupan kekeluargaan trah, bermasyarakat ataupun dalam pemerintahan. Mungkin secara psikologis para pembesar merasa nyaman dengan berbagi rasa dengan abdi, tidak harus berbicara formal, menjaga imej tanpa pula takut kehilangan wibawa.

Menyadari posisinya, Semarpun secara apik menyediakan diri menjadi pendengar uneg-uneg dan dengan hati seluas samudra menyimpan rahasia praja. Namun Semar bukan hanya bertindak selaku pendengar pasif, pada saat yang dirasa tepat dan dengan cara yang tepat pula Semar menyuarakan nyanyian kebenaran, hati keadilan yang kemudian mewarnai tindakan satria punggawa praja.

Dalam keseharian kekinian, saya yakin cukup banyak semar-semar yang mengabdi di semua lini kehidupan. Sebagai pengejawantahan Batara Ismaya berharap semar masa kinipun dapat menyuarakan kebenaran dan mewarnai kehidupan di lingkungannya. Jiwa-jiwa semar juga merasuk dalam dunia perblogan yang saya temui di postingan para sahabat.

Sebagai intermeso, kharisma semar juga menginovasi pada bidang lain seperti penganan enak yang disebut semar mendem, ajian semar mesem yang membuat wanita kesengsem, ataupun tanaman hias kantong semar (Nepenthes sp) yang berpenampilan unik. Kembali ke topik utama tentang semar, seberapa kita mengenal sifat semar dalam kehidupan lingkungan keseharian kita?

Gambar semar dari sini

Iklan