Tag

, ,

Sendang Sono Mengalir Tiada Henti

1. Selamat datang di Sendang Sono

Selamat datang di Sendang Sono

Mendengar keelokan Sendang Sono yang bergelar Lourdes van Java sudah sangat lama namun baru bisa menikmatinya secara langsung di awal 2015. Perjalanan berawal dari Candi Borobudur menuju dusun Semagung, desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Jalan menuju lokasi tidak terlalu lebar dengan pemandangan alam yang sangat cantik, pohon rambutan sarat buah mulai menguning menghiasi hampir di setiap rumah penduduk, di beberapa titik dijajakan durian lokal. Jalan mendaki bukit menuruni lembah hingga sampai di tujuan salah satu lembah dari perbukitan Menoreh yang saya kagumi saat di puncak Punthuk Setumbu.

Sejarah panjang dari Lourdes Sendang Sono bisa dinikmati dari brosur yang disediakan, yang mengalir bersama peran Romo Van Lith bersama Barnabas Sarikromo. Memasuki gerbang selamat datang di Sendang Sono terasa sekali Gua Maria tempat ziarah umat Katolik ini sangat menyatu dengan alam dan pemukiman, penataan jalur menyesuaikan dengan kontur alam yang ditata bersih.

2. Sendang Sono pinggir kali

Sendang Sono pinggir kali, mengalir tiada henti…..

Sendang Sono bermakna sendang atau sumber air yang berada dibawah pohon sono atau angsana. Sendang Sono mengalir tiada henti, tan kendhat tansah lumintu, air mengalir sepanjang musim. Sendang di tepian sungai kecil yang mengalir dari lereng atas perbukitan Menoreh, mengalir sesuai jalannya untuk bersatu dengan aliran lain menuju aliran yang lebih besar akhirnya ke pelukan laut. Ibu yang pernah datang di musim kemarau bercerita jernihnya aliran kali yang menjadi sedikit keruh di musim penghujan ini, keruh membisikkan terjadinya proses erosi dan kini gerakan penghijauan tengah digalakkan untuk melindungi peperengan bukit.

Sendang Sono..mari menyembah bersama alam

Sendang Sono..mari menyembah bersama alam

Keasrian, keteduhan pohon angsana, ditingkah ritme gemericik air kali menerpa bebatuan melantunkan kidung syahdu mengiringi doa penziarah. Beribadah bersama alam….

4. Sendang Sono dan tapak jejak Rama Mangun

Sendang Sono dan tapak jejak Rama Mangunwijaya

Kenyamanan dan keamanan penziarah maupun pengunjung sangat diperhatikan. Aneka bangunan kapel semisal Kapel Para Rasul dengan arsitektura khas Jawa nan elok jejak karya Romo YB Mangunwijaya menjadikan areal semakin indah, asri, sejuk dan mendukung ketenangan berdoa.

Sendang Sono ramah bagi pengguna kursi roda

Sendang Sono ramah bagi pengguna kursi roda

Menyadari tak semua penziarah mampu menapak jejak naik turun seturut lereng melalui tangga, disediakan jalur pengguna kursi roda, menjadikan Lourdes Sendang Sono ini ramah bagi setiap pengunjungnya.

Pun keberadaan tanda dilarang merusak kawasan benda cagar budaya (BCB) kiranya menjadi penguat upaya menjaga kelestarian Lourdes ini. Setiap tempat ziarah Gua Maria memiliki kekhasannya sendiri, semisal GM Kerep Ambarawa dengan panorama Rawa Pening, GM Puh Sarang Kediri dengan suasana Trowulan, begitupun Sendang Sono di lembah Perbukitan Menoreh ini.

Selamat melanjutkan menapak mengukir jejak ……