Tag

, ,

Pesona Sabana Rawa Pening

Pesona Sabana Rawa Pening

Seperti saat menikmati Celosia jengger ayam ceria secara tak sengaja, Sabana elok ini juga kunjungan tanpa rencana. Saat mengantar ke stasiun Tawang Semarang untuk tilik anak, pemilik rental mewarta ada tempat yang lagi ngehits di Rawa Pening. Lah emak burung yang bersarang di rumpun gelagah tepian Rawa Pening kebat-kebit.

Kemana aja mak? Saya bilang, wara-wara berarti tanggung jawab. Jadilah saat menjemput dari bandara A. Yani, kepulangan dari tilik anak, diantar ke Sabana. Alamak….orang lain berkunjung ke Sabana saat sore hari, matahari condong ke Barat juga siluet langit cantik di udara sejuk. Ee malah ini kunjungan di tengah hari saat terik mentari mengusap kepala.

Mengikuti rambu penanda arah kami belok kanan di jalur Semarang Salatiga, di dekat warung makan Mathuk. Segera pemandangan lepas menyergap mata. Hamparan sawah usai panen, jajaran G Merbabu dan Telomoyo membiru. Penanda 13.34.24

menuju New Sabana

Memasuki dusun Klurahan terlihat penanda lokasi. Menurut info saat sore hari apalagi akhir pekan jalanan macet. Desa yang asri di tepian rawa. Terlihat beberapa titik masuk ke New Sabana Rawa Pening.

Kami memilih tempat yang relatif nyaman parkir kendaraan roda 4 di bahu jalan atau di pekarangan penduduk. Mengikuti gang sempit di sela rumah penduduk. Terlihat tempat parkir roda 2 yang nyaman luas. Beberapa seruan tata krama berkunjung ke New Sabana.

Mangga pinarak Ibu, ngasta air minum juga sewa payung, di hamparan Sabana sangat panas” Penduduk sekitar berusaha melayani seraya menangguk sebongkah rezeki dari pengunjung. Ikuti saran beliau, menjadi berkah juga sungguh mengurangi sengatan terik matahari loh.

meniti pematang berbagi jalan dengan perumput

13.44.53. Saatnya menyusuri saluran irigasi yang terlihat kering. Sabana ini dapat dinikmati saat kemarau panjang. Saat air Rawa Pening jauh menyusut dari bibir rawa. Keberadaan perahu mungil yang terjebak di saluran irigasi mengering penanda bahwa biasanya daerah ini berawa.

Meski panas menyengat, tak lepas menikmati hamparan sawah berlatar gunung. Bersimpangan dengan ibu bapak perumput. Yuup beliau rela mengambil rumput yang jauh dari daratan menuju tepian rawa, agar hamparan rumput bisa dinikmati oleh para penikmat Sabana.

jala dan eceng gondok

13.46.21. Alam Rawa Pening berbagi rezeki. Onggokan jala dan hamparan jemuran tangkai eceng gondok sebagai bahan industri kerajinan.

gabah berlatar gunung

13.48.47. Panenan padi rawa dijemur hingga gabah mengering. Rawa Pening yang mengajarkan kearifan lokal bertanam secara Rawa. Pada kunjungan sebelumnya di area sekitar sempat menikmati tegur sapa dengan pemanen padi yang mengendarai perahu mungil, ikatan tangkai padi menguning berlatar hijau eceng gondok dan biru rawa Pening.

Rambu-rambu Sabana

13.50.39 Petani juga kelompok pemuda Karang Taruna pokdarwis mencanangkan rambu-rambu pengaman di kiri kanan jalur. Kembali diingatkan alam, Sabana terbentuk saat rawa surut akibat kemarau panjang. Beberapa jalur memadat akibat lalu lintas petani, penangkap ikan dan perumput. Ikut jalur aman tersebut.

awas berbahaya

Memperhatikan keselamatan pengunjung, diterakan pengingat area berbahaya. Terlihat biasa saja, namun sesungguhnya bagian tanah lunak yang membuat kaki siap kejeblos masuk saat salah melangkah.

sabana menghijau

Meski peluh lumayan mengucur karena sengatan matahari, 13.52.58. saatnya menikmati hamparan luas menghijau. Paduan hijau rumput lembut  dan biru gunung serta langit olala eloknya. Mau rasanya bergulingan di karpet hijau lembut ini.

Sabana tepian rawa Pening

13.56.49. Rasanya malas beranjak ke tengah. Kalau sebelumnya menikmati pesona gelagah wlingi Sabana di Dieng juga di TN Baluran Banyuwangi yang bernuangsa hijau menguning sebelum mengering. Hamparan Sabana di Rawa Pening berupa lautan hijau. Masanya juga tidak selalu panjang. Begitu hujan turun agak beruntun segera tergenangi.

Gradasi permukaan tanah yang menarik. Persis di hadapan adalah bagian yang mengering lumayan memadat ditandai dengan retakan berumput pendek. Agak ke tengah adalah hamparan rumput dengan penanda New Sabana Rawa Pening. Sejumlah asesori tambahan untuk ornamen pepotoan terlihat. Beberapa gubug penjual minuman juga kesempatan pengunjung berteduh.

Nah kan, payung sewaan tak hanya untuk berlindung dari panas. Bisa jadi asesori, polkadot biru menguatkan hamparan hijau beledu berpayung birunya langit. 13.59.35.

biru hijau Sabana Rawa Pening

Akhirnya sampai juga di penanda Sabana. 14.03.23. Hanya sejenak, sayang kalau menambah luasan bagian yang memadat dan terlihat ‘botak/gundul’ hamparan rumput tak mampu menahan injakan beratus hingga ribuan pengunjung yang datang secara bergantian. Bahkan beberapa menyeruak ke hamparan rumput yang lebih rimbun ke arah tepian rawa.

[memadat menggundul] Sabana Rawa Pening

Yuup saatnya kembali. Hati-hati melangkah terlihat rekahan lumayan lebar. 14.12.30. inilah kunjungan di hari Senin siang. Terlihat onggokan dan tebaran sampah. Menurut penuturan hampir setiap sore para pemuda karang taruna, menyisir memunguti sampah. Seandainya oh seandainya, kita…ya…kita..para pengunjung meringankan tangan untuk menyimpan sementara sampah dan membuangnya pada tempat yang disediakan. Tentunya pekerjaan para pemuda setempat berkurang.

Awas terperosok

Memang mereka mendapatkan pemasukan, parkir kendaraan roda 4 sebesar 8K, lupa tidak bertanya untuk parkir roda 2, tidak ada biaya masuk. Persewaan payung 5K juga berpeluang mendapat penghasilan dari minuman dan penganan.

Beliau masyarakat setempat juga berbagi loh. Selain keelokan Sabana, beliau berbagi privasi, hilir mudik para pelancong, melewati persawahan mereka, masih menanggung akibat lingkungan dari kegiatan pengunjung.

Pengelola Sabana juga dituntut kreatif menyajikan kemasan, para pengunjung sangat berburu tampilan yang berbeda. Kadang investasi pengelola belum kembali modal sudah harus ganti tema apabila tidak mau ditinggal pelanggan. Keberlanjutan. Ya keberlanjutan untuk menunda sokur menghindari ramai sesaat.

Yook santai sejenak di New Sabana Rawa Pening.