Tag

, ,

Cymbidium Boat Orchid Si Anggrek Pandan

Sahabat kebun Rynari, apa khabar? Kiranya damai sejahtera, sehat dan sukacita beserta kita ya. Kembali menyapa sahabat yang melongok kebun. Kali ini Simbok kebun akan menitipkan ingatan tentang Anggrek Cymbidium.

Cymbidium_boat orchid Si Anggrek Pandan

Nah selama ini Simbok hanya mengenal nama anggrek begitu saja. Paling membedakan Dendrobium ataupun Anggrek Bulan si Phalaenopsis. Ternyata ya, kaya banget variasi Anggrek ini. Lah mewadahi peluang lupa mending dituliskan saja di blog kebun Rynari sebagai pengingat sokur bermanfaat bagi pembaca.

Terpesona dengan tampilan anggrek yang tangkai bunganya menjuntai ke bawah, saya tanya Mbakyu yang rajin memelihara anggrek di Yogya. Beliau menjawab itu Cymbidium. Aha…… sambil senyum simpul, ini yang simbok kebun siapa ya. [Lah Mbakyu ini purna dokter yang cinta kebun]

Saat mangu ragu bisa nggak ya memeliharanya, Mbakyu dengan tenang meyakinkan gampang dan jadilah se pot Cymbidium diboyong. Telaten ditatanya pot anggrek dalam dos agar tangkai bunga aman sampai Salatiga.

Jreeng inilah perjalanan pot Cymbidium dari kebun Yogya. Sampai Salatiga terlihat tangkai bunga aman meski agak melengkung. Esok harinya sudah tampil prima formatnya. Disusul dengan mulai mekarnya kuntum teratas.

Perjalanan Anggrek Cymbidium, tangkai bunga sempat melengkung

Tampil memikat, tangkai bunga menjuntai sepanjang sekitar 1meter dengan jumlah kuntum 20. Kini mekar semua. Belum tahu daya keawetannya. Terbiasa dengan Anggrek Bulan yang mampu bertahan mekar bertahap dengan masa pajang 3 bulan, berharap anggrek ini juga lumayan lama dinikmati.

Pertumbuhan kuntum Cymbidium

Melongok penandanya tertera Cymbidium bicolor, salah satu species Cymbidium native dari Asia. Deskripsinya menyebutkan jumlah kuntum hingga 26, okelah 20 kuntum yang mekar ini mendekati. Hebring dengan tampilannya mencoba digesargeser letaknya, hiks ada bagian yang mudah putus. Ternyata tertera sifat bunga agak rapuh.

Mencermati media tumbuh bawaannya, Mbakyu saya menggunakan tanam langsung di pot dengan media campuran cacahan pakis kasar juga arang sekam. Nampaknya si anggrek suka dengan media yang tidak terlalu basah.

Biasanya saya mengelompokkan tanaman anggrek pada rak pot bertingkat sesuai jenis. Semisal kumpulan anggrek bulan yang terpisah dengan anggrek Dendro karena berbeda kebutuhan sinar matahari. Lah ini karena baru 1 pot dengan tampilan tangkai bunga menjuntai, ya sudah numpang saja pada rak pot yang ada. Pot Cymbidium di letakkan pada bagian teratas berpadu dengan para kawannya jadilah anggrek pandan dan kawan-kawan.

Anggrek Pandan dan kawan-kawan

Boat Orchid dan Anggrek Pandan

Merunut bacaan Cymbidium juga disebut boat orchid, entahlah dipandangi dengan sungguh tidak terlihat seperti kapal atau perahu. Sebutan lain adalah anggrek pandan, kalau ini lumayan mudah dikenali. Sosok daunnya Panjang berpita laiknya daun pandan.

Anggrek pandan

Melongok foto-foto saat pameran anggrek di negeri Gajah, ternyata tangkai bunga tidak selalu menjuntai ke bawah. Beberapa jenis anggrek Cyymbidium memiliki tangkai bunga tegak dengan jarak antar kuntum rapat sehingga membentuk semacam dompolan bunga.

Bagaimana memelihara anggrek Cymbidium, banyak sekali panduan yang mudah didapat termasuk di wikihow. Lain kali semoga menuliskan pemeliharaan ala simbok yang lebih ringkas agar ramah penyuka bunga yang rada malas memeliharanya. Padahal proses tidak mengkhianati hasil kan ya.

Catatan

*Ini tulisan dari simbok yang cukup eh sangat lama tidak menulis. Baik di blog Rynari maupun di blog kroyokan Kompasiana (eh 3 bulan lebih tanpa update di K). Apresiasi luar biasa buat para sahabat yang rajin update dengan unggah artikel baru. Teruntuk teman-teman yang tergabung di grup Inspirasiana yang melansir webblog Inspirasianakita.com wah keren-keren banget artikelnya. Webblog yang berfokus Memajukan Literasi Bangsa. Yook sahabat kebun Rynari singgah. Salam hangat.

**umur pajang bunga selama 3 minggu mulai mengering dan kuntum bergiliran gugur