Tag

,

Antara Gang Baru dan Little India

Menuntaskan rasa ingin tahu tentang Gang Baru, kamipun menyambanginya setelah menikmati lunpia Gang Lombok. Menyusuri Gg Warung yang menjadi pusat Waroeng Semawis suasana khas terasa, gang sempit di tengah padatnya pemukiman, bangunan tinggi berpagar rapat, etalase toko dengan tumpukan dagangan penuh meminggirkankan estetika, rumah ibadah maupun aroma hio berpadu dengan aksara Jawa pada papan nama gang. Sahabat kebun asli Semarang menyayangkan kami berangkat siang, karena puncak denyut gang baru terasa di pagi hari dan siang itu suasana ‘pasar’ terasa cukup lengang.

Gang Baru Waroeng Semawis

Gang Baru Waroeng Semawis

Gang Baru lorong sempit rumah ibadah

Gang Baru lorong sempit rumah ibadah

‘Pasar’ gang baru sesuai dengan namanya berupa lorong tak leluasa di tengah pemukiman, meski berupa gang pengunjungnya luar biasa padat. Dagangan yang digelarpun juga berkelas, aneka sayur segar kualitas tinggi dijual dengan harga terjangkau, semboyannya kualitas super market harga pasar tradisional. Bila super market bahkan pasar tradisionalpun mengenal cluster penjual barang A, B dst., keunikan gang baru penjual berbaur dengan mozaik acak, dagangan ayam potong di dekat kelapa parut berbaur dengan kios buah. Aneka penganan dari aneka bubur maupun bakcang di dekat pedagang ikan laut, Yu Minah membuka lapak di sebelah Cie A(h) Min dan pembelipun terlihat nyaman dengan ketakberaturan itu.

Gang Baru denyut nadi

Gang Baru: denyut nadi

Gang Baru aneka dagangan

Gang Baru aneka dagangan

Meraup aroma Gang Baru terasa aura berjejalnya pedagang India di daerah Little India di Negara Singa. Bagaimana kerasnya perjuangan etnis minoritas di tengah komunitas beragam, harmoni diracik dalam keberbedaan. Antara Gang Baru dan Little India terentang kerja keras dalam kepelbagaian. Bila Anda bisa menikmati berjalan-jalan di Litlle India, bisa dipastikan Andapun akan sangat menikmati suasana Gang Baru Semarang, mari kita buktikan….

Gang Baru ala Sin-Little India

Gang Baru ala Sin-Little India