Tag

, ,

Kiat melarutkan getah nangka, (ora kudu) entuk pulute ora (kanggo) mangan nangkane

Entuk pulute ora mangan nangkane

Entuk pulute ora mangan nangkane

Harum semerbak khas menerpa indera penciuman saat memasuki kantor kebun. Hmmm….wanginya menguar dari sebuah nangka wutuh panenan dari sahabat kebun. “Loh koq belum dibelah nih, baunya sungguh menggoda” “Belum  ada minyak ‘klentik’ bu….penjual gorengan di sebelah lagi cuti” demikian seruan teman-teman kantor. Teringat kebiasaan di rumah, setiap mendapat kiriman buah nangka ataupun membeli buah nangka dilanjutkan dengan perjuangan mengeluarkan daging buah dari belitan ‘dami’ serta meloloskan biji nangka alias beton. Hal paling kami tidak sukai adalah ‘pulut’ alias getah nangka yang sangat lengket. Kami biasanya melumasi pisau ataupun tangan dengan sedikit minyak goreng yang saat kami kecil disebut miyak klentik atau minyak kelapa untuk mengurangi kelekatan si pulut nangka.

Kemudian masuklah sahabat kebun yang lain dan menyerukan hal yang sama. Bedanya sahabat kebun ini lanjut bertindak, membelah buah nangka wutuh, lalu mencungkil beberapa biji nangka alias beton, melumasi tangan dan pisau dengan ‘minyak/lendir’ biji nangka. Olala….fungsinya sama persis dengan minyak kelapa pelarut getah nangka. Tak lama kemudian daging buah kuning keemasan yang tebal, kesat, empuk dan wangi manis sudah bisa dinikmati oleh semua penggemarnya. Ssstt awas ingat batas loh, toleransi saya 4 butir buah segar, lebih dari itu selalu menghadirkan rasa melilit. Kalaui di stup, isi nagasari ataupun olahan lain kuat nyemil lebih banyak.

Rahasia alam dibukakan bahwa pelarut getah nangka adalah minyak bijinya. Sistem alam mengaturnya dengan indah tanpa intervensi rasa asing dari baluran minyak kelapa. Penciptaan yang holistik, rahasia yang diketahui oleh banyak orang meski tidak semua orang (lah buktinya yang mengaku tukang kebun juga tidak mengetahuinya).

Entuk pulute ora mangan nangkane

Menikmati nangka, mengait peribahasa dalam bahasa Jawa… Entuk pulute ora mangan nangkane….. Seseorang yang hanya mendapat getahnya tanpa pernah menikmati manis wangi daging buahnya. Seseorang yang mendapat bagian sulitnya (rekasane) namun tidak mendapat ataupun menikmati hasil perjuangannya. Loh ada pembagian tugas terpilah, ada yang bagian berpulut alias bergetah ada yang tinggal menikmati. Adakah ini memang bagian dari job ataukah ada yang agak nakal mau menikmati kemanisan buah dengan menyerahkan kesulitannya kepada pihak lain.

(Ora kudu) entuk pulute ora (kanggo) mangan nangkane

Berbekal pembelajaran sahabat kebun yang memanfaatkan minyak pelumas beton isi nangka untuk melarutkan getah, saya membatin lah peribahasa entuk pulute ora mangan nangkane bisa dimodifikasi nih ya menjadi (ora kudu) entuk pulute ora (kanggo) mangan nangkane. Hayo kita kenali sistemnya, tidak perlu berlumur getah untuk menikmati kemanisan buah nangka, apalagi sampai mengorbankan teman lain entuk pulute ora mangan nangkane. Bukankah ‘nilai pemahaman’ ini bisa diterapkan pada banyak bidang kehidupan. Setiap kesulitan disediakan jalan keluarnya, tidak harus dengan cara menabrak sistem justru dengan cara mengikuti sistem. Biarlah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Selamat menikmati manis wanginya nangka, buah perjuangan. Salam