Tag

, , , , ,

Keraton Surakarta Hadiningrat: Pasir Berbisik di Sawo Kecik

Mengunjungi Keraton Surakarta bersama Jeng Ade yang sungguh menjiwai seni tentu sangatlah berarti, terimakasih jeng tuk kebersamaan dalam pembelajarannya. Kekayaan budaya yang luar biasa, dan tulisan ini hanya memuat tiga diantaranya.

Pohon kecik dan pasir gemersik

Pohon sawo kecik dan pasir gemersik

1. Pohon Sawo Kecik. Memasuki halaman keraton disambut oleh jajaran pohon sawo kecik beralaskan pasir gemersik. Sawo kecik menempati arti khusus bagi keraton baik Surakarta maupun Ngayogyakarta. Ada kesamaan bunyi antara sawo kecik dengan ‘sarwa becik’ atau serba baik yaitu ketulusan hati nurani yang mendasari setiap langkah perbuatan. Hamparan pasir yang berasal dari pantai Parangkusuma laut selatan sebagai representasi keterkaitan antara pangarsaning nagari dengan laut selatan. Pasir memiliki sifat lepas tidak mampu mengikat, tidak melik atau menginginkan yang bukan haknya. Sawo kecik di hamparan pasir …. memiliki motivasi yang baik dan tidak melik.

Panggung Sangga Buwana

Panggung Sangga Buwana

2. Panggung Sangga Buwana. Bangunan menara megah menjulang yang terdiri dari lima lantai ini menjadi penyangga angkasa dan penjuru arah. Dari aspek pemerintahan bangunan tertinggi ini (pada masanya) menjadi tempat pengintaian tuk keamanan negara, untuk melihat posisi bulan sebagai dasar penetapan awal suatu bulan dan berbagai acara pengetan. Dari aspek spiritual, di bangunan inilah ingkang sinuwun melaksanakan ritual kontemplasi dan meditasi. Mendekatkan diri pada Sang Akarya Jagad, upaya selalu eling dan bersatu dalam harmoni dengan kekuatan alam buwana dan samudra untuk mendapatkan daya linuwih.

Songsong gula kelapa

Songsong gula kelapa

3. Songsong Gula Kelapa. Menempati bagian depan kanan  Sasana Sewaka. Songsong adalah payung perlambang kebesaran negeri dan pengayoman bagi rakyat. Gula kelapa merupakan satu kesatuan hasil olahan dari kelapa putih menjadi gula merah sebagai pencandra  berani demi menjunjung kebenaran. Makna filosofis gula kelapa sebagai dasar Sang Saka Merah Putih. Songsong gula kelapa diharapkan menjadi sumber inspirasi setiap punggawa negara demi kraharjaning praja.

Pengharapan yang diuntai melalui simbolisasi:
1. Kejayaan suatu bangsa dipengaruhi oleh kemampuannya mengelola anugerah berupa kekayaan daratan (pohon kecik), lautan (samudra) dan angkasa (buwana).
2. Keteladanan karya Punggawaning nagari seyogyanya beralaskan sawo kecik tanpa melik, memiliki hati sedalam-luas samodra dan wawasan setinggi buwana.
3.   Kiranya sahabat berkenan menambahkannya.